Jumat, 02 November 2012

Menumpang Boeing 747-400 Garuda Indonesia

Boeing 747-400 yang gempal dan kokoh
Berkali-kali naik pesawat, saya tak pernah memerhatikan tipe pesawat yang saya tumpangi. Mungkin karena ndeso, jadi tiap kali masuk pesawat, yang dicari pertama adalah buku doa dan sibuk komat-kamit sendiri sampai pesawat take off. Gara-gara sering gak nyambung tiap kali diajak ngobrol sepupu saya tentang pesawat, saya jadi terpacu untuk memerhatikan tipe pesawat apa yang saya tumpangi tiap kali terbang.

Pertama kali naik pesawat, saya numpang Boeing 737-300 dari maskapai Sriwijaya Air menuju Tanjung Pandan, Belitung. Penerbangan 55 menit tersebut terasa lama sekali karena saat itu adalah penerbangan paling pagi dan cuaca agak mendung sehingga tiap kali pesawat nyenggol gumpalan awan, saya spontan pegangan kursi. Ini semua diawali dengan tingkah polah teman-teman kantor saya yang pada minta maaf dan memberi nasihat seolah-olah pesawat saya mau jatuh. Ih, amit-amit lah ya. Saya pikir, pengalaman pertama memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Yang membuat saya lebih senang lagi, meski terbangnya cuma 55 menit, tapi dapat snack dan segelas air mineral yang cukup mengganjal perut sebelum sarapan.

cemilan di pesawat, lumayan lah ya :)
Penerbangan selanjutnya, saya lebih sering naik Boeing 737-900 dari maskapai Lion Air yang saat itu terbilang baru. Alasannya tentu karena armadanya banyak jadi bisa berangkat kapan saja, harga tiketnya juga relatif terjangkau, dan melayani rute yang saya tuju. Memang sih, pesawatnya baru dan bersih, tapi terbang ke manapun, saya tak mendapat snack dan air putih gratis. Jadi, mesti keluar duit lagi kalau lupa bawa minum atau cemilan saat terbang agak jauh semisal ke Bali atau ke wilayah Sumatera. Saya pernah keleleran dengan perut keroncongan di pesawat saat terbang dari Banda Aceh ke Jakarta. Penerbangan saat itu kayaknya lagi kere banget sehabis kelayaban 4 hari di Tanah Rencong. Jadwal keberangkatan yang ditunda baik saat di Banda Aceh maupun saat transit di Medan membuat saya dan dua orang teman akhirnya terpaksa membeli masing-masing sebungkus Oreo dan Trenz serta air mineral untuk bertiga. Habisnya mau turun beli nasi padang gak mungkin. Mulut rasanya ngiler lihat kardus-kardus berisi bulu Meranti yang disimpan di bagasi kabin.

Beberapa kali naik Boeing 737-300nya Citilink, saya sempat kegirangan saat pesawat yang saya tumpangi pada lebaran Idul Fitri kemarin Airbus dengan tipe A320. Pesawatnya besar dengan kapasitas 180 penumpang. Turbofannya besar, bodinya kelihatan kokoh, dan terasa mantab (tidak goyang-goyang) saat take off. Saya menikmati sekali penerbangan tersebut karena selain cuaca cerah, dapat tempat duduk sebelah jendela dengan view yang bagus, saya duduk bareng dengan dua cewek cantik yang baunya wangi. Untung saya ingat kalau saat itu masih Ramadhan. Hehehe. Astagfirullah aladzim. :P

Nonton film di Boeing 737-800 NG ;)
Saya juga pernah menumpang Boeing 737-800 NG milik Garuda Indonesia. Sebagai seorang yang biasa naik pesawat murah, bisa naik garuda itu sesuatu banget. Saya suka dengan interior dari pesawat ini. Memang sih, ada harga ada mutu. Penerbangan 1 jam 10 menit dari  Surabaya ke Jakarta jadi tidak terasa karena saya sibuk baca majalah, nonton film, dan makan. Saya jadi lupa bahwa beberapa jam sebelumnya, saya bersimbah peluh gara-gara masih stuck di jalan sementara seharusnya sudah harus check in di jam tersebut. Saya juga jadi lupa bahwa sebelum take off sempat parno gara-gara untuk pertama kalinya dapat tempat duduk di dekat pintu darurat akibat jadi penumpang terakhir yang masuk ke dalam pesawat. Fiuh.
 
Entah mimpi apa saya sebelumnya, saat mudik lebaran haji kemarin, saya akhirnya kesampaian numpang Boeing 747-400. Padahal saya tak banyak berharap. Berangkat ke bandara kepagian gara-gara sudah ditunggu sopir taksi dan belum sempat sarapan. Saya pikir bakal macet di jalan karena libur panjang saat akhir pekan. Eh, ternyata jalanan lengang karena orang sibuk melihat penyembelihan hewan kurban sehingga dari rumah ke bandara yang biasanya 1 jam 15 menit, cukup ditempuh dengan 35 menit saja. Yihaa.

Terminal 2F yang biasanya kayak cendol pun ternyata sepi. Meski sempat menunggu agak lama gara-gara kepagian, saya pikir lebih asyik nunggu di bandara daripada harus gubrak-gabruk mengejar pesawat. Begitu dipanggil boarding itulah, dalam hati saya melonjak kegirangan gara-gara pesawat yang akan saya tumpangi adalah Boeing 747-400. Lebih girang lagi, ternyata penumpangnya juga sepi. Jadi, saya bebas memilih tempat duduk yang kosong.

eksis di pesawat ;P

Maklum, baru kali ini saya naik pesawat segedhe gaban gini. Boeing 747-400 adalah pesawat terbesar di dunia sebelum kemunculan Airbus 380 dan merupakan pesawat terbesar yang dioperasikan oleh maskapai dalam negeri. Pesawat ini terdiri dari dua lantai yang terdiri dari kelas eksekutif sebanyak 42 kursi dengan formasi tempat duduk 2+2 dan 2+2+2 di lantai atas, serta kelas ekonomi sebanyak 386 kursi dengan formasi 3+3 dan 3+4+2 di lantai bawah. Tentu, saya naik yang kelas ekonomi. Bisa beli tiket Garuda saja sudah syukur. Biarlah kalau ada yang bilang norak karena memang ini pertama kalinya saya naik Boeing 747-400 yang mewah banget. Ibaratnya, saya yang biasa naik angkot tiba-tiba kesampaian naik Mercy kan WOW banget. Sorry lebay

spacenya lebar banget dan majalahnya asyik dibaca
Saat akan take off, saya pikir pesawatnya agak menggerung karena untuk mengangkat bodinya yang gendut. Tapi setelah terbang, alhamdulillah semua baik-baik saja. Saya menghabiskan waktu di pesawat dengan memotret angkasa, membaca majalah, makan, minum, nonton video dari layar kabin yang lebar, dan foto-foto narsis di dalam pesawat. Memang sih, tak ada tv portable di setiap kursi seperti pada Boeing 737-800 NG, tapi sebagai gantinya ada tv layar lebar di tengah-tengah ruangan yang menayangkan video atau film dan menjadi peta elektrik yang menunjukkan informasi di antaranya termasuk ketinggian dan kecepatan pesawat.

Awalnya saya mengira kalau pesawat gedhe begini tidak akan terasa goncangannya saat menyenggol gumpalan awan. Tapi ternyata sama saja. Beberapa saat sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pesawat sempat goyang karena langit Surabaya sedang mendung. Yang membuat saya kagum, meski pilotnya orang Indonesia, landingnya halus banget sehingga tidak terasa gedubrakan seperti naik angkot. Sungguh, karena terpesona dengan kenyamanan fasilitasnya, saya jadi tak sabar untuk berfoto di dalamnya.

view di balik jendela
Sebenarnya sih saya cuma berniat untuk memfoto ruangannya saja. Tapi, ada salah seorang pramugari yang tanggap dan bersedia untuk mengambilkan gambar. Saya senang dan berterima kasih untuk ini karena belum pernah saya dapatkan dari pramugari maskapai lain. Buat saya, ini adalah penerbangan paling berkesan selama ini: dapat naik pesawat mewah dengan harga minim dan pengalaman dilayani dengan hangat oleh kru maskapai yang berpengalaman. Saya berharap dapat naik pesawat sejenis untuk rute yang sama pada penerbangan berikutnya. Dalam hati saya juga berdoa semoga suatu saat kesampaian juga menumpang Airbus 380, pesawat terbesar di dunia. Tinggal tunggu waktu saja sih kayaknya. Hehehe.

78 komentar:

  1. boeing 747 - 400 pesawat paling nyaman dari garuda. paling seneng kalo dapet pesawat ini pas terbang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banget mas, kalau terbang lagi pengennya emang dapet pesawat ini lagi

      *doa* :)

      Hapus
  2. Itu yang boeing 747-400 rute mana mas?

    BalasHapus
  3. Emang ada ya rute di indonesia terbang dengan B747-400? Baru tau gan ngiler liat nya :G

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada gan, Rute Jakarta - Surabaya, kalo gak salah sih keberangkatan jam 09.30 WIB. Cobain aja. Kalau sekarang udah gak ada, berarti waktu itu gw lagi hoki :)

      Hapus
  4. Senasib kita Mas. Artikel tentang Garuda Indonesia malah jadi most populer post. Hehehe... Ngomong2, bentar lagi pesawat ini dipensiunin Garuda lhoo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha begitulah, horang kayah gak naik si merah :P. Iya nih sebenernya 747-400 emang udah tua, kalah modern sama 777 - 300. Ini bisa naik 747-400 karena lagi beruntung aja kayaknya hehehe ;)

      Hapus
  5. maaf mas sebelumnya,setau saya Boeing 747-400 Garuda Indonesia tidak melayani rute jarak pendek kaya JKT-SBY ,saya pernah naik pesawat itu tujuan Jakarta-Jeddah. Jadi kayaknya ga mungkin kalo pesawat sebesar itu digunain buat rute jarak pendek,dan juga jumalah pesawat Boeing 747-400 GA cuma ada 2 buah dan selalu melayani rute jarak jauh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah ini apa dong? Hehehe. Mungkin saya lagi beruntung saja waktu itu. Boeing 747-400 Garuda Indonesia mungkin lagi digunakan untuk 'jemput' penumpang dari Surabaya. Jadi, saya ngikut pesawat jalur Jeddah - Jakarta - Surabaya. Mungkin ya ini, soalnya saya juga gak tau :)

      Hapus
    2. betul...kalo domestik padat GA kadang menggunakan 747-400. jkt-medan,jkt-denpasar,jkt-sub. biasanya 747-400 utk ke jeddah.

      Hapus
    3. Tuh, info lengkapnya ada di atas komentar ini. Jadi, percaya kan sekarang hehehe :)

      Hapus
    4. Biasa pesawat 747 dioperasikan untuk jarak pendek ketika musim padat seperti tahun baru, idulfitri untuk menyiasati kepadatan penumpang pada musim tersebut.itu info yg saya pernah dengarkan

      Hapus
    5. Biasa pesawat 747 dioperasikan untuk jarak pendek ketika musim padat seperti tahun baru, idulfitri untuk menyiasati kepadatan penumpang pada musim tersebut.itu info yg saya pernah dengarkan

      Hapus
    6. Terima kasih tambahan informasinya :)

      Hapus
    7. Regy Pratama, anda agak ketinggalan informasi.
      Garuda sempat mengoperasikan B747 untuk route domestik dari Jakarta menuju 4 kota yaitu Medan, Surabaya, Denpasar dan Makassar ketika high season.

      Hapus
    8. Terima kasih tambahan informasinya kak Pancasila NKRI ;)

      Hapus
    9. Terima kasih kembali, Adie Riyanto

      Hapus
  6. Balasan
    1. Sangarnya di mana? Hehehe. Gw pengen banget naik Airbus 380 *maruk* :))

      Hapus
  7. Yo sangar numpak pesawat haji mas untuk rute pendek :D

    Kenapa ga sekalian naik Antonov aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh sumpah beneran baru tahu kalau ini jenis pesawat buat mengangkut jamaah haji, makanya banyak yang heran pas gw naik pesawat ini untuk rute Jakarta - Surabaya.

      Udah gak mau muluk-muluk, saat ini cuma pengen ngrasain A380, ATR, sama Bombardier aja dulu. Yang lain-lain menyusul aja hehehe :)

      Hapus
  8. Wah bener2 ndeso tentang pesawat boeing nya... hmmm aku malah parah, belum pernah naik itu... hufff...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha tenang bro, tunggu giliran nanti :)

      Hapus
  9. gilak bang, peyan naek yg seri 400, luar biasa.. peyan lucky bingit bang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha alhamdulillah, rejeki anak sholeh kak ;)

      Hapus
  10. aku sih belum pernah naik pesawat mas :) hehe..


    oia rekomendasi travel dan tour menarik lain nya bisa baca disini ya makasih

    united kingdon london travel

    Jakarta travel
    SINGAPORE TRAVEL
    CARI JODOH DI INTERNET

    BALI TRAVEL

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho masa? Buruan booking gih. Masa udah 2015 belum kesampaian naik pesawat sih :)))

      Hapus
  11. Alhamdulillah mas anre udah pernah coba semua pesawat2 besar GA kaya 773,747,A332dan A333.trus ama A380 tapi a380 nya emirates

    BalasHapus
    Balasan
    1. WOW, luar biasa. Treveler dengan jam terbang yang tinggi nih ceritanya hehehe. Pasti berkesan sekali ;)

      Hapus
  12. Ahh avgeek juga ya? Jarang-jarang baca blog yang bahas pesawat sampe tipe aircraftnya.

    Saya belom pernah naik 747 :(( Btw itu Garuda nggak update IFE di kabin 747 ya? Kasian kalo yang ke Jeddah nggak bisa dapet hiburan (tapi emang kalo ke Jeddah mostly niatnya ibadah sih..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak juga sih bro. Tapi karena sering naik beberapa tipe pesawat di maskapai berbeda jadinya ya punya postingan beginian.

      Iya, 747 Garuda emang keren, cuma gak ada tv di tiap seatnya. Memang niatnya buat ibadah sih bro. Jadi selama perjalanan untuk baca AlQuran atau berdzikir ;)

      Hapus
    2. IFE 747 garuda kayanya gak bakal di update lagi deh, soalnya mau dipensiunkan kayanya, di ganti 777.

      Hapus
    3. Iya betul. Teknologinya juga jauh lebih modern seri 777. Jadi gak sabar pengen nyobain juga ;)

      Hapus
  13. Itu yang boeing 747-400 rute mana mas, baru denger ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu itu sih (tahun 2012) saya naik dari Jakarta menuju Surabaya. Tapi banyak yang bilang kalau Boeing 747-400 ini pesawat untuk ngangkut jamaah haji. Dicoba saja naik Garuda, siapa tahu berkesempatan juga naik 747-400. Good luck bro :)

      Hapus
    2. kayanya pesawatnya mau berangkat dari surabaya ke jeddah,tapi karena pesawatnya di jakarta dan daripada pesawat kosong kesurabayanya, jadi di isi sama yang jakarta - surabaya dulu deh. hoki banget anda mas hahaha

      Hapus
    3. Hahaha logis sekali. Alhamdulillah bro, rezeki anak sholeh hehehe ;)

      Hapus
  14. gan numpang promosi yah, ini menguntungkan banget http://PocketMoneyCash.com/?ref=22802 , selamat mencoba :)

    BalasHapus
  15. wah saya baru tahu kalau sekarang B 747-300 dijadikan untuk penerbangan domestik, mungkin karena masuknya B 777-300 didalam maskapai Garuda kali ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. B 747-400 mz. Kalau gak salah untuk mengangkut jamaah haji dan umroh. Mungkin saya lagi beruntung pas waktu itu pesawat ini digunakan untuk menjemput jamaah dari Surabaya. Mungkin lho ya. Tapi begitu B 777-300 masuk, bisa jadi digunakan untuk rute domestik. Hehehe :)

      Hapus
  16. Masa Airbus A320 pake baling2 mas? Itu Airbus apa ATR?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haduh, apasih nyebutnya. Bulet, yang kayak kitiran di bawah sayap itu lho. Maaf, saya gak tau istilahnya :'(

      Hapus
  17. Yang mas bilang bulat pada A320 itu mesin turbofan, memang dalamnya Ada baling balingnya, cuma orang awam lebih sering menyebutnya sebagai mesin jet. Sempat Ada rumor 744 garuda Akan dipensiunkan tapi menurut orang dalam yg saya kenal, katanya 744 Akan dipertahankan khusus untuk penerbangan extra, charter dan haji..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya Boing 747 ya? Bukan 744 hehehe.

      Btw, terima kasih banyak informasi dan koreksinya mz. Akan saya koreksi tulisannya. Saya tidak tahu kalau itu namanya Turbofan hehehe :)

      Hapus
  18. Hehe!B744 itu type designators icao untuk B747-400(semacam singkatan dalam dunia penerbangan) misal Boeing 737-800 icao codenya B738... gitu mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, gw salah ngomong nih. Sekali lagi terima kasih infonya lho mz. Kayaknya lo mirip banget sama sepupu gw. Geek banget klo urusan ama pesawat-pesawat gini. Gw cuma penikmat aja sih sebenernya. Salam kenal ya :)

      Hapus
  19. B747? whoaaa.. Queen of The Sky. Udah jarang wara-wiri Garuda 747 ke Medan, seringnya A330. Yang sering malah Lion Air B747-400 yang singgah kalau peak season.

    Rute domestik kita ini masih ngandalkan banget A320, B737-800, & B737-900 ya. Penginnya make yang rada gedean buat rute ramai seperti ke Bali, Surabaya, & Medan on daily basis. Kayak kemarin dapet B777-200 waktu terbang dari HCMC ke Hanoi. Pas cek di webnya, mereka emang pake B777, A330...dan sekarang A350 & B787 Dreamliner untuk rute HCMC-Hanoi. Hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Omagaah, kokoh ngertik bangets tentang tipe pesawat. Luwar biyasak. Baru ngeh aku. Iya ni koh, aku belum nyobain A380 sama A330. Kayaknya mesti dijadwalin ke Eropa deh biar bisa ngrasain nikmatnya kedua pesawat itu.

      Kalau Dreamliner kayaknya bentar lagi naik itu hehehe :)

      Hapus
  20. 747 masih kalah nyaman dibanding 777 menurutku, wajar sih 747 dibuat lebih dulu soalnya.

    A380 aku udah pernah naik punya maskapai Emirates, lebih mantep memang tapi khusus jendelanya aku lebih suka 747, A380 ada gap yang cukup lebar antara kaca luar dan dalam jadi berasa terkurung, haha.

    737-800, 747-400, 777-300ER, 787 Dreamliner, A320, A330-300 & 200, A380-800 sudah naik.. tinggal A350 yang pengen banget nyoba, nunggu Garuda punya saja :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huoooo mantab banget. Jam terbangnya udah tinggi nih kayaknya :)

      *lalu menyelam* :'(

      Hapus
  21. seumur-umur aku belum pernah naik pesawat, pengennya naik pesawat pribadi keliling dunia ke objek-objek wisata :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga segera kesampaian ya naik pesawatnya :)

      Hapus
  22. 747 kadang juga untuk domestik om, apalagi kalau rutenya padat, ngomong nomong tempat kakinya sempit gak om? Saya ingin coba Airbus A330-300 atau 200 nya garuda malah, penerbangan domestik tapi serasa pergi ke luar negeri hehe :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum, semua pesawat Garuda space-nya lebar. Paling tidak, kaki bisa agak selonjoran ke depan gitu.

      Btw, aamiin, semoga disegerakan ya keinginannya. Saya juga pengen banget terbang lagi dengan Garuda setelah off dalam beberapa bulan ini.

      *lalu menabung* ;)

      Hapus
  23. mantab,, garuda adalah maskapi penerbangan paling populer dan aman,
    suses terus
    salam
    wisata bromo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas, apresiasinya. Saya maunya juga naik Garuda aja kok hehehe :)

      Hapus
    2. gitu ya? hehehe... betul om,
      sekali sekali om naik garuda main ke jatim, exsplore wisata jawa timur seperti wisata bromo, wisata malang, dan wisata kawah ijen, ayo om,, gue anter dech.. hehehe

      Hapus
    3. Wah, naik Garuda ke Jawa Timur udah sering sering sih. Kan lahir di sana hehehe. Ijen udah pernah, ke Malang sering banget, tapi emang belum pernah ke Bromo sih. Duh, malu. Boleh minta nomor kontaknya. Kirim deh di mari: adieriyanto@yahoo.com. Kali aja nanti ada waktu main ke Malang hehehe :)

      Hapus
  24. wah saya baru tahu kalau sekarang B 747-300 dijadikan untuk penerbangan domestik. boleh nich,, hehe
    salam kenal
    regard
    wisata bromo

    BalasHapus
    Balasan
    1. B 747-400 kali ya maksudnya. Ini kejadian di tahun 2012 kok. Kali aja saya lagi hoki hehehe. Rezeki anak sholeh gitu maksudnya hehehehe ;)

      Hapus
  25. mungkin mas adie itu kedapatan naik pesawat yang rute transitan kalau memang GA 747-400 nya mengambil rute CGK-JUD mungkin nantin pas landing di SBY nya si pesawat dilanjutkan penerbangannya dengan jarak yang lebih jauh, istilah angkot mah nyari penumpang didua daaerah makanya sekalian diangkut yang dari jakarta, hehehe. Saya pernah naik yang A380 rute Doha - Bangkok kesaan pertama seah gede dan kokoh tapi sama aja bergoyang jika kena awan tapi mantap pelayanannya. salam kenal semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin begitu ya. Pesawatnya mau ke Jeddah atau ke mana, lagi angkut calon jamaah umroh atau haji. Yah rezeki anak sholeh lah ya akhirnya bisa ngerasin naik pesawat segede bagong gini hehehe. Wah, A380 mauuuu :'(

      Btw, Bandara Juanda itu kodenya SUB, bukan JUD ;)

      Hapus
    2. Betul, Pendaki Muda.
      Sangat boleh jadi pesawat B747-400 yg ditumpangi oleh mas Adie Riyanto ketika itu tiba dari Jeddah mengangkut penumpang yg baru pada umroh untuk kemudian diterbangkan kembali dari Surabaya ke Jeddah mengangkut penumpang dari daerah Jatim yang akan pergi umroh.

      Hapus
    3. Pancasila NKRI: saya pikir juga begitu. Karena pada waktu itu memang pesawatnya 'sepi'. Jadi tujuannya untuk angkutan jamaah umrah ke Jeddah dari Surabaya :)

      Hapus
    4. Iya, dan hal tsb memang sering dilakukan.

      Hapus
  26. Just info, saat ini pesawat 747-700 melayani rute cgk-upg (makasar),namun tidak di setiap hari, pesawat tersebut ada di jadwal cgk-upg hanya di hari senin pada jam penerbangan 17.15 (GA612).. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sorry typo , i mean 747-400 :D

      Hapus
    2. Waaah, terima kasih infonya. Iya gpp, pengalaman naik 747-400 memang berkesan sekali lho. Banyak yang gak percaya kalau saya naik pesawat itu untuk rute Jakarta-Surabaya.

      Btw, namanya siapa nih? Kalau tidak berkeberatan, mohon dicantumkan namanya ya di kolom setelah komentar hehehe. Sekali lagi terima kasih infonya ;)

      Hapus
  27. sekedar info mas memang betul garuda yg 747-400 ini akan pensiun dan digantikan entah yg A350 atau A330-900NEO...alhamdulillah 747 nya masih ada di GMF H1 Yg masuk PK-GSH dan PK-GSG gk tau yg PK-GSI nya kemana saya blm tau hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha terima kasih ya infonya. Keren banget lho bisa tahu banget tentang 747-400. Pengalaman yang menyenangkan pokoknya bisa terbang dengan armada itu ;)

      Hapus
  28. Emang pesawat ini nyaman..Terbukti ane terbang ke Jeddah dan baliknya pke 747 Garuda itu Haluuss..iyasih g ad tvnya yg ad proyektor ama. tv kembung kecil d atasnya..cma spacenya legaa dan ane rasain 2 kelas..berangkat kelas ekonomi,pulang bisnis :3...trus pernah ke Bali beruntung dpet 777-300 Garuda yeppee :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. OMG, senangnya ya bisa ngerasain penerbangan yang nyaman. Emang benar banget itu iklannya Garuda Indonesia yang baru. Ada banyak tangan untuk menghadirkan kenyamanan setiap penumpang di maskapai kebanggaan negeri tercinta. Saya jadi pengen ngerasain yang 777-300. Semoga segera kesampaian ya. Aamiin. ;)

      Hapus
  29. Asik dan, mungkin suatu saat pengen nyoba juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajib dong. Hehehe. Menyenangkan lho naik pesawat dan mengulik tipe pesawatnya hehehe :)

      Hapus
  30. Enak banget gan, ane pernah naik 737 doang, tapi kata bokap ane ane pernah naik 747-200 garuda ke bali tapi ane ga inget, sama dulu ga tau banyak tentang pesawat, btw nice artikel gan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah senangnya lah ya. Nanti kalau jam terbangnya udah tinggi, dengan sendirinya tipe pesawat yang akan dinaiki bakal lebih beragam kok. It's only a matter of time. Keep on traveling ;)

      Hapus