Kamis, 22 Juni 2017

5 Opsi Menikmati Jakarta

.: Kota Metropolitan Jakarta :.

Jakarta masih punya banyak cerita. Tahun 2015, saya diminta oleh teman-teman workshop menulis untuk memilihkan destinasi di Jakarta yang masih jarang untuk dikunjungi. Saya pun merekomendasikan beberapa bangunan cagar budaya seperti Gedung Arsip, Gedung Candranaya, dan Toko Merah. Mungkin, orang sudah sering mendengar atau mengetahui ketiga bangunan tersebut. Namun, ternyata masih banyak yang belum punya kesempatan untuk menyambanginya. Tulisan berjudul Astana Mega Jakarta tersebut diganjar sebagai tulisan terbaik dalam lomba blog bertajuk “#TravelNBlog4: Jakarta 24 Jam“ yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID.

Dua tahun berselang, saya kembali tertantang untuk membuat daftar baru dalam memberikan opsi tempat atau aktivitas liburan yang tidak terlalu mainstream di ibukota. Dijejali oleh mal dan dipadati oleh gedung-gedung pencakar langit, Jakarta masih menyisakan ruang untuk disambangi dengan aktivitas seru yang pantang untuk dilewatkan. Menyambut hari jadinya yang ke-490 tahun, berikut ini beberapa opsi tempat yang bisa dikunjungi dan aktivitas yang dapat dilakukan di ibukota.

Rabu, 07 Juni 2017

Di Manakah Titik 0 Kota Bogor?

.: Perjalanan Mencari Titik 0 Kota Bogor :.

Sejak tahun 2011 silam, saya memulai 'ekspedisi' untuk menjejak titik 0 kota-kota yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya pernah saya tulis di sini. Sampai saat ini, jumlahnya tentu terus bertambah. Beberapa titik memang saya niatkan sebelumnya untuk saya datangi. Beberapa yang lain, tidak sengaja saya lewati dalam perjalanan, dan akhirnya saya jejak sekalian. Bahkan, yang tidak pernah saya sadari atau pikirkan sebelumnya, saat melawat ke negara tetangga pun, saya kok ya (refleks) punya keinginan untuk menjejak penanda titik 0-nya.

Namun, sampai saat ini, saya masih bingung dengan keberadaan titik 0 Kota Bogor. Tidak seperti penanda titik 0 di kota atau tempat lain, lokasi titik 0 Kota Bogor bisa dibilang agak 'misterius' dan lumayan susah untuk dijejak. Saat pertama kali mempunyai kesempatan untuk bisa masuk ke dalam Istana Bogor tahun 2012, saya mendengarkan informasi dengan saksama dari Pak Djunaedi, Kepala Protokoler Istana Bogor (saat itu), bahwa titik 0 Kota Bogor berada di salah satu ruangan istana. 

Rabu, 31 Mei 2017

Menikmati Istana Bogor dari Dua Sisi

.: Istana Bogor dari Gerbang Utama :.

Istana putih itu masih tegak berdiri seperti sedia kala. Sepi. Pagarnya angkuh memenjarakan dengan aman ratusan rusa tutul yang berkeliaran di halamannya. Pohon-pohon yang menaunginya terlihat semakin tua, semakin rindang, dan kelihatan 'wingit'. Rumputnya terjaga rapi. Dan ajaibnya, selalu bersih dari daun yang berguguran. Saya kembali menyapa istana sunyi ini. Kali ini tanpa seragam. Hanya dengan baju kasual. Tapi, sesuai dengan protokoler istana, tetap rapi dan bersepatu.

Langit tampak sedikit muram. Awan kelabu menggantung syahdu. Hujan seperti tak pernah ingin berpisah dengan kota ini. Ada semacam perasaan tenang saat memasuki gerbang istana kepresidenan termegah dan terluas di Indonesia ini. Meski sudah hafal dengan ruangan-ruangannya (tulisan tentang sejarah Istana Bogor bisa dibaca di sini), sebagai orang yang tidak setiap hari berada di istana, rasanya tetap saja ada sudut-sudut yang menarik untuk diamati dan 'dinikmati'.