Jumat, 07 Agustus 2015

Mistisisme Motitoi

.: Pulau Satonda Dilihat dari Kejauhan :.

Apa yang membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi?

Saya bertanya-tanya dalam hati. Di atas sebuah perahu nelayan yang sudah lapuk, saya bisa merasakan ombak menerjang lambung kapal hingga membuat gesekan yang berkeriat-keriut. Mesin kapal meraung-raung memekakkan telinga. Sementara saya terperangkap dalam lamunan sendu.

Pagi sudah dari tadi dimulai. Tapi matahari sepertinya enggan menampakkan diri. Dari kejauhan, Satonda tampak sebagai bongkahan pulau asing yang diliputi misteri. Sekilas bentuknya mengingatkan saya pada Shutter island, tempat Leonardo diCaprio diasingkan di dalam sebuah cerita film.

Kamis, 30 Juli 2015

Saba Desa: Sugihwaras dan Kenangan Masa Silam

.: Jalan Menuju Desa Ngluyu, Kabupaten Nganjuk :.

Setiap kali mudik lebaran, saya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi satu objek wisata yang ada di kampung halaman. Tahun ini sebenarnya saya ingin mengunjungi Air Terjun Sedudo lagi. Tapi, berhubung dapat kabar kalau kawasan Sedudo longsor dan ditutup untuk umum sampai jangka waktu yang belum ditentukan, saya memutuskan untuk 'menemukan' keberadaan Air Terjun Ngebleng yang konon sedang menjadi buah bibir para pejalan di Nganjuk.

Hari terakhir cuti sebelum balik lagi ke Jakarta, saya kepikiran untuk mengunjungi satu tempat lagi. Sebenarnya lebih kepada ingin 'temu kangen' dengan sebuah tempat yang sudah agak lama tidak saya kunjungi. Terakhir ke sana sekitar tiga tahun yang lalu. Tempat tersebut adalah Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, sebuah desa yang terletak di balik Pegunungan Kapur Tengah yang wilayahnya dikungkung oleh pegunungan. Sebenarnya tak ada yang istimewa dari desa ini. Tapi, demi bisa melihat sawah menghijau, air jernih mengalir, merasakan udara sejuk khas pegunungan, dan kesederhanaan masyarakat desa, saya rela memacu roda sepeda untuk melintasi tanjakan gunung seorang diri.

Minggu, 26 Juli 2015

Mencari Ngebleng

.: Jalan Desa Menuju Air Terjun Ngebleng :.

Banyak orang bilang dunia pariwisata Indonesia sedang menggeliat. Beberapa maskapai menambah jumlah pesawat dan membuka jalur penerbangan baru. Hotel dan penginapan tumbuh subur bak cendawan. Orang-orang yang dulunya tidak suka bepergian, mendadak jadi suka jalan-jalan. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, informasi tentang suatu objek wisata dan kemudahan untuk mengaksesnya membuat titik-titik dan potensi wisata tiba-tiba saja seperti bermunculan, menunggu untuk dieksplorasi. 

Salah satunya adalah Air Terjun Ngebleng. Seumur-umur tinggal di Nganjuk, saya belum mendengar nama air terjun ini. Baru setelah sebuah rencana untuk mengunjungi air terjun Sedudo batal karena terjadi longsor, saya mengganti rencana jalan-jalan ke objek wisata lainnya. Saat menghadiri reuni sekolah saya sempat mendengar selentingan informasi tentang keberadaan suatu air terjun di Pegunungan Kapur Tengah. Letaknya ada di dalam hutan dengan akses yang cukup sulit. Lokasinya berada di daerah perbatasan antara Nganjuk dan Jombang. Istilahnya, orang akan bilang tempat seperti ini sebagai tempat jin buang anak.