Minggu, 10 Desember 2017

Mantra Marina

.: Marina Bay Sands dari Kejauhan :.

Singapura hampir selalu menjadi destinasi luar negeri pertama bagi turis asal Indonesia. Negeri mungil di jantung Asia Tenggara ini seolah mempunyai magnet yang menarik untuk disambangi. Luasnya cupet namun sanggup menawarkan beragam pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Satu sudut yang menjadi sirkuit turis saban hari terletak di tenggara negeri. Area ini tak ubahnya sebuah etalase yang menjelaskan kesuksesan tentang bagaimana sebuah negeri dibangun. Setiap jengkal lahannya dijejali dengan kombinasi superlatif yang mengundang decak kagum. Gedung-gedung modern berbagi lahan dengan taman bunga gigantik. Bianglala tertinggi sejagad berderet dengan teater durian jumbo. Di dalam perutnya, kereta cepat menampung warganya wara-wiri untuk menjangkau area ini.  

Menyusup di antara kerumunan warga, saya menuju kawasan Marina saat sore hampir bergelayut. Awan tebal menggantung di langit. Saya berjalan melalui jalur setapak di pinggir sungai. Konon, di masa lampau, sungai ini keruh dan penuh sampan nelayan sebagai sarana transportasi antar pulau. Namun kini, aliran airnya cukup bersih. Paling tidak, saya tidak melihat ada sampah yang mengambang di air. Pikiran saya pun melayang ke kawasan Jakarta Kota yang seharusnya bisa mempunyai hal serupa untuk Kali Ciliwung.  

Rabu, 22 November 2017

Terbang dengan Riang

.:  Pemandangan di Balik Jendela Pesawat Saat Akan Mendarat di Labuan Bajo :.

Saat bepergian naik pesawat, saya selalu memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela. Apalagi kalau penerbangan pagi, rasanya saya selalu semangat untuk mengambil gambar pemandangan dari angkasa. Jika tempat duduk bisa dipesan saat pembelian tiket tanpa ada biaya tambahan, saya langsung memilih tempat duduk yang memungkinkan untuk mengambil gambar tanpa terhalang sayap pesawat. Tapi kalau harus membayar sejumlah uang, saya berusaha check in lebih awal supaya bisa meminta tempat duduk yang dekat dengan jendela.

Paling senang kalau terbang pagi ke arah timur nusantara. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan dua pertiga wilayahnya terdiri atas lautan, terbang di atas laut Indonesia merupakan pengalaman tersendiri. Saya sering melihat kapal-kapal besar berlayar di tengah laut, justru saat berada di udara. Saya juga pernah melihat sekawanan ubur-ubur dalam jumlah besar sedang bergerombol di permukaan laut. Melihat laut dari udara saat cuaca cerah itu lumayan bisa menjadi penyejuk mata. Gradasi warna air laut dari biru tua, biru, hijau toska, hijau muda, dan putih buih saat bertemu bibir pantai dapat terlihat dengan jelas.

Minggu, 15 Oktober 2017

Pesta Raya Negeri Singa

.: Mari Kita Berpesta :.

Malam minggu. Musik berdentum sejak siang. Geliat pesta menyeruak. Orang beramai-ramai menuju kerumunan. Singapura siap berpesta. Di dalam kereta cepat terpadu, anak-anak muda tampak membawa balon pukul berbentuk silinder menuju stadion. Warnanya merah putih. Saya luput memperhatikan hiasan bintang dalam motifnya. Jika tak ingat sedang berada di luar negeri, bulan Agustus pula, saya akan mengira sedang berada di kereta listrik jurusan Serpong - Palmerah yang penuh pendukung timnas Garuda menuju Gelora Bung Karno.

Tapi saya sedang berada di Singapura. Negeri mungil di jantung Asia Tenggara yang sedang berjaya. Tak punya agenda untuk bergumul dengan mereka yang sedang bersuka ria, saya memilih untuk menuju perpustakaan nasional. Persis seperti yang saya rencanakan semula. Saya ingin mencari informasi tentang masa lalu Singapura, termasuk sejarahnya, mengenal literasi yang ada, dan di luar itu semua, saya yakin, tak banyak (atau bahkan tak ada) orang Indonesia yang akan bertandang ke sana.