Selasa, 10 Februari 2015

Mengejar Mimpi di Negeri Laskar Pelangi

.: Batu-Batu Berukuran Raksasa di Pantai Tanjung Tinggi, Belitong :.

Sejak buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata difilmkan, Belitong seakan muncul sebagai magnet baru pariwisata nusantara setelah Bali. Padahal, jauh sebelum buku tersebut menjadi buah bibir, bersama Pulau Bangka, Belitong hanya bergeming dalam diktat pelajaran anak sekolahan sebagai oase tempat mendulang timah warisan pemerintah kolonial.

Bagi saya, kunjungan ke Belitong seakan menjadi pembuka segalanya. Banyak hal pertama yang terjadi pada perjalanan ini. Saya, untuk pertama kalinya masuk ke bandara Soekarno-Hatta, sekaligus pertama kalinya juga naik pesawat terbang. Pertama kalinya foto di depan pesawat dan pertama kalinya keluar pulau Jawa (pulau Madura tidak dihitung karena masih masuk provinsi Jawa Timur). Jika diingat-ingat, sungguh udik sekali memori tersebut.

Selasa, 03 Februari 2015

Babak Baru Baluran

.: Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur :.

Dari lima taman nasional angkatan pertama yang dimiliki Indonesia, Baluran adalah taman nasional keempat yang saya sambangi. Sebelumnya, berturut-turut saya mengunjungi Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, dan Taman Nasional Gede-Pangrango di Jawa Barat. Sebenarnya, saya agak malu mengakuinya. Pasalnya, dari empat taman nasional yang dikoleksi Jawa Timur, inilah kunjungan yang pertama. Untuk orang yang numpang lahir dan besar di belahan timur Pulau Jawa, termasuk telat hitungannya mengunjungi taman nasional ini mengingat beberapa taman nasional lain di seberang pulau sudah dijamah lebih dulu.

Menempuh perjalanan darat kurang lebih enam jam dari Surabaya, bukan tanpa alasan saya mengunjungi Taman Nasional Baluran. Setidaknya, saya sudah lama dibuat penasaran dengan karakter taman nasional yang terletak di Banyuputih, Situbondo ini karena sedikit berbeda dengan taman nasional di dekatnya yang berhutan tropis. Tanah hitam aluvial mendominasi kawasan seluas 25 ribu hektar ini. Dengan curah hujan rendah, beberapa teman pejalan mengonfirmasi bahwa waktu terbaik mengunjunginya adalah di musim kemarau. Tapi, beberapa pejalan lain menenangkan dengan menyelipkan informasi bahwa Baluran juga menawarkan sesuatu yang layak dinikmati saat hujan sedang bermurah hati.

Jumat, 30 Januari 2015

Kronik Kendal: Memburu Deru Curug Sewu

.: Curug Sewu, Kendal, Jawa Tengah :.

Terselip di antara Semarang yang modern dan Pekalongan yang bersahaja, Kendal sering alpa disebutkan sebagai destinasi lokal yang menjanjikan untuk disambangi. Kota kecil ini kerap hanya menjadi bahan obrolan singkat dalam celotehan di perjalanan saat para pejalan melintasinya. Sebagai kota yang turut meramaikan kawasan utara Jawa, secara sambil lalu, Pantai Sendang Sikucing dan Jomblom, kedua pantai primadona Kendal ini hanya populer di telinga penduduk setempat saja.

Berusaha menangkal dominasi kepopuleran kedua kota yang mengapitnya, Kendal justru melambung namanya karena menyimpan sejumput air terjun yang menyejukkan mata. Terserak di ujung selatan sejauh 44 km dari pusat kota, Curug Sewu bercokol secara bertingkat mengikuti kontur lanskap pegunungan yang menjadi habitatnya. Berbeda dengan wisata pantai yang mendapat pesaing ketat dari kawasan tetangganya, Curug Sewu seolah menjadi bintang utama di utara Jawa Tengah.