Sabtu, 07 Januari 2017

17 Hal yang Sering Ditanyakan kepada adieDOES tentang Berlari

.: Berlari di Jalanan Jakarta Saat Car Free Day :.

Saya suka jalan-jalan. Saya lari secara rutin. Saya menyenangi fotografi. Di sela-sela waktu luang, saya masih menyempatkan diri untuk membaca (banyak) buku. Saya suka nonton film. Saya makan teratur mengikuti kaidah empat sehat lima sempurna. Saya senang icip-icip kopi. Hampir setiap waktu, saya juga aktif menyebarkan hal (yang menurut saya) positif di akun media sosial.

Di era media sosial seperti saat ini, di mana akses internet dapat dijangkau hampir semua orang, batasan jarak dan sekat seolah mengabur. Orang mudah terhubung satu sama lain di sudut bumi manapun. Efeknya, yang saya rasakan, orang jadi punya kecenderungan untuk mengetahui latar belakang orang lain (kepo).

Rabu, 23 November 2016

Sambhara Budura: Bank Jateng Borobudur Marathon 2016

.: Candi Borobudur, 'Monumen' Ikonis Warisan Wangsa Syailendra :.

Di antara kungkungan gunung-gunung aktif yang menjadi paku bumi bagian tengah Jawa, Magelang bersemayam layaknya tempat teduh dan asri yang menunggu untuk disambangi. Pamornya kerap tenggelam dalam bayang-bayang keistimewaan Yogyakarta. Aksesnya cukup mudah meski tak ada bandara yang berdiri di atas lahannya. Pengunjung seakan-akan harus 'mengetuk pintu' dulu melalui Jogja untuk dapat menembusnya.

Ada banyak alasan mengapa Magelang sering disebut-sebut sebagai primadona tanah Jawa. Sederet bangunan bersejarah dari masa lampau bercokol di wilayahnya yang dihiasi pahatan sawah menghijau. Saksi bisu perjalanan waktu tlatah Tidar tersebut satu persatu menyublim sebagai objek wisata yang kian bersinar. Satu di antara yang mahsyur di seantero jagat adalah Candi Borobudur.

Jumat, 30 September 2016

Kejutan Kecil dan Hal-Hal yang Membangkitkan Ide Kreatif

.: Kopi, Buku, dan Beberapa Lembar Kartu Pos :.

Sore menjelang. Langit sembap sehabis hujan. Bau harum tanah basah dan serentetan kelelahan dengan banyak percakapan. Meja kerja sedikit berantakan. Berkas-berkas, alat tulis, dan banyak kertas. Betapa belum efisiennya penggunaan kertas dalam laku keseharian saya. Di meja sebelah, seorang rekan menyeduh kopi. Aroma emas hitam menguar. Kepulan asapnya menyeruak memasuki rongga penciuman. Pikiran saya pun sedikit melumer. Ada semacam momen magis saat pikiran berada pada koordinat yang simetris dengan keinginan yang terbit di hati.

Saya teringat sesuatu. Beberapa hari sebelumnya, seorang kawan di ujung sana mengirimkan bingkisan kecil: sebungkus kopi Toraja. Seorang kawan yang lain mengirimi satu eksemplar buku. Keduanya mendarat di meja kerja saya dengan jeda waktu yang tidak terlampau lama. Hati saya mengembang. Mata saya berbinar. Setidaknya, di antara serentetan kelelahan akibat banyak percakapan yang perlahan menggerus waktu, terdapat kejutan kecil yang menghadirkan senyum dan melonggarkan keseriusan. Saya sungguh bersyukur sekaligus terkesan dengan bagaimana Tuhan memeluk hambaNya melalui tangan-tangan rapuh nan ringan umatNya.