Minggu, 24 Maret 2019

Saya dan (Budhe) Trinity, The Naked Traveler

.: From Nobody to Somebody. Happy Travels 💋 :.

The world is a book, and those who do not travel, read only a page. -- Saint Augustine. 🌲

Saat membaca curhat Trinity di laman blognya ini, saya sedang berada di luar negeri dan sedang disibukkan dengan latihan intensif untuk mengikuti kompetisi lari maraton penuh di Bali bulan berikutnya. Jadi, saya tak sempat menuliskan kesan saya akan buku-buku seri The Naked Traveler (TNT) kala itu.

Terus terang, saya beli buku TNT 1 dan 2 karena memerlukan bahan bacaan mengisi waktu luang saat akan liburan ke Bali tahun 2010 silam. Kala itu belum kenal sama sekali dengan sosok Trinity. Meski terhibur saat membacanya, saya baru benar-benar merasa terinspirasi untuk terus melanjutkan kebiasaan jalan-jalan justru setelah membaca buku TNT 2. Mungkin terdengar lebay kalau dibilang sampai mengubah hidup. Saya lebih suka mengatakan bahwa beberapa prioritas dalam hidup saya agak bergeser setelah membaca buku tersebut.

Rabu, 20 Februari 2019

Bangkok Berlari: Amazing Thailand Marathon Bangkok 2019

.: Stadion Rajamanggala, Bangkok :.

Sebagai pelari rekreasional, kita sering tidak tahu diri. Bilang kapok tidak ingin lari maraton lagi, tapi dengan bandelnya tetap saja mendaftar ajang lari maraton lainnya saat pendaftaran dibuka. Seperti yang saya alami. Setelah dihajar dengan panasnya rute Standard Chartered Singapore Marathon 2018 pada Desember silam dengan bonus kaki kram hingga dua kali, saya sudah bilang ke diri sendiri untuk tidak lagi mendaftar ajang maraton hingga enam bulan berikutnya.

Namun apa pasal, berkawan dengan orang-orang Thailand yang negerinya mengoleksi ratusan race lari saban tahun membuat saya ingin menambah koleksi pengalaman lari di negara ini. Niat awalnya memang ingin ikut ajang lari maraton seri Standard Chartered di berbagai negara. Setelah Kuala Lumpur dan Singapura, tujuan berikutnya adalah Bangkok. Ternyata, kalau tidak salah informasi, Standard Chartered Bangkok Marathon berevolusi menjadi Amazing Thailand Marathon Bangkok. Ajang yang menurut saya menarik untuk diikuti.  

Kamis, 03 Januari 2019

Berlabuh di Labuan Bajo

.: Gugusan pulau di Labuan Bajo :.

"Saatnya berkemas. Sesaat lagi kita akan sampai di Labuan Bajo dan berakhir sudah pelayaran kita kali ini. Terima kasih atas kerja samanya. Semoga berkesan. Sampai jumpa lagi di lain waktu", kata Pak Seba, nahkoda kami, mengakhiri narasinya, sesaat sebelum perahu melempar sauh di dermaga.

Perasaan saya tiba-tiba sedih ketika menyadari bahwa sailing trip yang saya ikuti akhirnya berakhir. Itu artinya, saya harus berpisah dengan rombongan kecil ini. Meski hanya melalui kebersamaan selama kurang dari sepekan, hidup 'bersama' dengan orang-orang asing dari beragam latar belakang dalam semesta kapal kayu berukuran mini sanggup menyeret perasaan melankolis dari masing-masing diri kami.

Seketika kenangan sepanjang perjalanan berkelebat layaknya rol film yang diputar ulang: bahagianya memulai perjalanan dengan menyinggahi pulau-pulau kecil di Selat Alas, menjelajah hutan Pulau Moyo yang asri, menyelami keheningan Pulau Satonda yang misterius, mendaki bukit Gili Lawa yang memesona, menyapa ora di Pulau Komodo dan Rinca, dan serunya singgah sejenak di Pulau Kelor.