Selasa, 27 Januari 2015

Magical Malimbu

.: Malimbu, Salah Satu Magnet Pertama Pulau Lombok :.

Jauh sebelum pantai-pantai cantik di timur dan selatan Pulau Lombok mulai ramai dibicarakan oleh para pejalan, Pantai Malimbu sudah melambung namanya dan menjadi primadona. Bersama Senggigi dan trio gili di dekatnya (Meno, Air, dan Trawangan), kawasan ini seolah menjadi bintang pertama dalam khasanah pariwisata pulau seribu masjid ini. Berada di persimpangan jalan dari kota Mataram menuju Pelabuhan Bangsal, perhentian di kawasan Malimbu seolah menjadi episentrum menikmati eksotisme Lombok masa lalu.

Di Barat Laut, trio gili bernaung dan menggoda untuk disambangi. Di timurnya, selaras dengan tempat matahari menyapa pagi, puncak dewi Anjani yang agung seolah menggoda siapa saja untuk bertandang. Di seberang barat, melangkahi garis imajiner Wallace, puncak Gunung Agung di Pulau Bali seperti tak ingin dilupakan pesonanya. Namun begitu, sama seperti waktu yang berjalan perlahan tapi pasti, pariwisata juga mengalami metamorfosis serunut dengan perkembangan zaman. Dulu, para pejalan sepertinya merasa perlu berhenti sejenak di bukit Malimbu. Namun sekarang, berhubung euforia untuk mengeksplorasi sudut-sudut Pulau Lombok yang jarang dijamah nafas manusia, lambat laun bukit cantik ini mulai sepi, dilewatkan begitu saja, dan perlahan-lahan dianulir dari daftar tempat pejalan wajib menjejakan kaki. 

Selasa, 20 Januari 2015

Jogging dan Anjing

.: Jogging di Pantai Sumur Tiga, Pulau Weh, Aceh :.

Warning! Tulisan ini mungkin tidak nyaman dibaca oleh sebagian orang.

Dalam setiap kesempatan, saya selalu menyelipkan kegiatan olahraga supaya tubuh tetap fit. Olahraganya pun sebenarnya yang ringan-ringan saja seperti angkat barbel, push up, sit up, dan jogging. Kombinasi ketiga hal terakhir itulah yang paling sering saya lakukan. Maklum, karena tak perlu alat, saya bisa melakukannya kapan saja, termasuk saat jalan-jalan. Apalagi kalau jalan-jalannya ke pantai yang garis pantainya panjang banget. Wuih, sungguh pantang sepertinya untuk melewatkan kesempatan jogging.

Tapi, kebiasaan jogging itu untuk saat ini mulai mengalami sedikit gangguan. Entah mengapa, sekarang ini tiap kali jogging ke pantai bawaannya kok dikejar anjing (galak). Suatu pagi saat liburan ke Bali, saya sudah siap untuk lari di pantai Kuta. Maksud hati milih waktu saat pantai masih sepi sehingga bebas lari pagi dengan tenang, tiba-tiba saja saya diikuti oleh sekelompok anjing yang tak tahu datangnya dari mana, tiba-tiba saja sudah ada 100 meter di belakang saya. Untunglah, saat itu saya segera menemukan kerumunan orang yang lagi sarapan di halaman salah satu resort. Maka, dengan sangat terpaksa saya lari untuk menyelamatkan diri masuk ke dalam resort tersebut. Untung petugasnya mahfum akan keadaan ini. Coba kalau tidak? Bisa-bisa saya dituduh menyelinap ke resort orang. Duh.

Jumat, 16 Januari 2015

Citarasa Sambal Nusantara

.: Tak Lengkap Tanpa Sambal :.

Pada mulanya adalah cabai, lalu menjelma menjadi sambal. Melalui tangan-tangan kreatif peracik bumbu dan tradisi yang diwarisi turun temurun, bahan dasar tersebut bertransformasi menjadi sajian nikmat penggugah selera. Didukung dengan luas wilayah yang membentang dari Sabang hingga Merauke dan dipengaruhi oleh beragam adat, kebiasaan, serta keterampilan lidah lokal, sambal hadir sebagai duta dalam dunia boga yang saling berlomba-lomba menunjukkan kekhasannya memenuhi hasrat para petualang kuliner.

Ada yang menganggapnya hanya sebatas pelengkap rasa. Ada pula yang mengakuinya sebagai menu tersendiri, menempati kasta yang sama dengan menu hidangan lain di meja saji. Dalam peta gastronomi nasional, sambal secara ajeg mencatatkan dirinya dalam menu-menu yang ditawarkan oleh restoran butik hingga warung tenda pinggir jalan. Karena daftarnya terlalu panjang dan jenisnya selalu bertambah setiap saat, ragam sambal nusantara dapat disederhanakan dalam kelompok kecil untuk mewakili jenisnya.