Jumat, 05 April 2013

Perayaan Meriah di Kepulauan Rempah-Rempah

Tulisan ini diikutkan dalam "Jailolo, I'm Coming!" Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo.

Sebagai seseorang yang lahir di daerah pegunungan dan hidup di wilayah barat, hanya ada satu kata yang sanggup mendefinisikan Indonesia bagian Timur: jauh. Segala informasi yang terkait dengannya bagaikan dogma dari televisi dan produk informasi sejenis. Bahkan, keharuman aroma rempah-rempahnya hanya tercium dari lembaran teks buku sejarah di bangku sekolah.

Tersohor sebagai negeri penghasil rempah, Maluku seakan sanggup menghipnotis para penjelajah ulung dari berbagai belahan dunia untuk berlabuh dan menjadi bagian dari ekspedisinya. Tak heran, nama Alfonso D'albuquerque begitu terkenalnya hingga diabadikan dalam catatan sejarah sebagai tonggak kedatangan bangsa kolonial di nusantara.

Selasa, 01 Januari 2013

Menjemput Mentari di Pantai Sumur Tiga

sauh terakhir

Banyak orang bilang kalau Pantai Sumur Tiga di Sabang, Pulau Weh merupakan salah satu tempat terbaik di bumi pertiwi yang menawarkan pemandangan matahari terbit. Terbius rumor tersebut, saya memutuskan untuk menginap semalam di Freddie's Santai Sumur Tiga. Tak ingin kehilangan kesempatan menyaksikan momen langka yang tak dapat saya nikmati setiap hari, saya memutuskan untuk langsung menuju pantai setelah sholat subuh usai. Waktu seakan lebih lebih lambat. Saya baru menyadari belakangan karena Pulau Weh yang masuk dalam Provinsi Aceh ini merupakan tempat terakhir di Indonesia yang mengalami pagi sekaligus paling akhir menggapai malam.

Pantai Sumur Tiga dengan ombaknya yang tenang seakan meninabobokan seluruh penghuni penginapan. Terbukti dengan tak ada satupun pengunjung yang beranjak dari kamar masing-masing, selain saya untuk menjemput kelahiran hari. Tidak juga Tuan Freddie yang ramah, si empunya penginapan. Hidup sepertinya terlalu berharga buat mereka sehingga tak perlu terburu-buru menghabisi waktu.

Rabu, 26 Desember 2012

Mengenang Tsunami di Masjid Rahmatullah

Magical Masjid - Rahmatullah

Delapan tahun berlalu tapi kenangan akan bencana dahsyat itu masih mengendap di benak banyak orang, termasuk saya. Masjid Rahmatullah adalah salah satu masjid yang menjadi saksi bisu tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Bangunan ini seolah menjadi 'prasasti' wajib kunjung dalam daftar tempat-tempat yang saya kunjungi saat jalan-jalan di Aceh.

Saya terpesona dengan masjid ini sejak menonton sebuah berita yang menayangkan video landscape Lampu'uk dari udara, beberapa hari setelah tsunami. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah hamparan padang datar penuh puing bekas tsunami dan satu bangunan putih yang berdiri tegak sendirian yaitu Masjid Rahmatullah ini.