Kamis, 07 Mei 2015

5 Menu Santap Sarapan Nusantara

.: Menu Sarapan ala Indonesia :.

Diversivikasi menu sarapan di Indonesia sungguh memukau para penikmat kuliner dari seluruh penjuru dunia. Rekomendasinya beragam. Melalui kombinasi bahan-bahan lokal pilihan dan kreativitas tanpa batas penduduknya dalam memadupadankan rasa, daftarnya selalu bertambah saban hari. Pilihan terbaik untuk mencicipnya bisa melalui banyak kanal. Mengikuti rekomendasi penduduk setempat dalam memilih warung atau kedai makan sangat disarankan.

Untuk tampilan dan pengalaman yang lebih premium, beberapa hotel butik sudah memodifikasi dan mengemasnya menjadi sesuatu yang tampak istimewa. Namun demikian, keautentikan rasa dalam mencicipi kuliner yang khas dari suatu tempat, tak ada salahnya menyediakan waktu barang sejenak untuk berpelesir ke tempat sajian tersebut berasal. Dan untuk sarapan, berikut ini adalah beberapa pilihan menu secara umum yang dapat dinikmati sebagai penambah energi untuk memulai aktivitas di pagi hari.

Kamis, 30 April 2015

Taman Tirta Sang Raja

.: Pintu Gerbang Menuju Taman Sari :.

Ada bentuk-bentuk kebahagiaan sederhana dalam hidup. Kadang terlewat begitu saja tanpa kita syukuri. Beberapa membentuk kenangan yang mengendap dalam memori. Perjalanan menjelajah Sulawesi Selatan seorang diri merupakan satu bentuk kebahagiaan kecil yang tak akan pernah terlupakan. Meski ini bukan perjalanan pertama saya menjelajahi suatu tempat sendiri, rasa-rasanya alam begitu bersinergi dalam melancarkan dan menunjukkan banyak hal yang ingin saya lihat dan nikmati sepanjang perjalanan.

Bermula dari promo tiket pesawat Garuda Indonesia jurusan Jakarta - Makassar, saya berkesempatan merasakan kota Makassar yang panas, menikmati alam Taman Nasional Bantimurung yang sejuk, dan mengagumi menara-menara batu gamping Leang-Leang yang tinggi menjulang. Kebahagiaan itu berlanjut dengan kesempatan menyaksikan upacara Rambu Solo' di Tana Toraja, menjadi saksi proses tawar- menawar kerbau di Pasa' Bolu, dan mengunjungi beberapa tempat yang menawarkan eksotisme kubur batu yang kaya cerita di seantero Toraja. Tak berhenti sampai di situ, saya pun tak urung melewatkan kesempatan mengunjungi bengkel pembuatan kapal phinisi di Bulukumba.

Kamis, 23 April 2015

Suatu Siang di Leang-Leang

.: Leang-Leang, Jejak Purba di Karst Maros, Sulawesi Selatan :.

Siang menguar bagai menghembuskan hawa neraka. Langit biru diselimuti awan tipis. Hujan baru saja mengguyur. Dari kejauhan, kawasan karst Maros-Pangkep tampak seperti gundukan bukit yang diselimuti rimbunan lumut. Setelah didekati, gundukan tadi menjelma menjadi gugusan menara-menara batu gamping yang menjulang menantang langit.

Terbentang seluas 43.750 hektare di antara dua kabupaten, Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, pamor batuan karst ini bersaing ketat dengan popularitas karst serupa yang bercokol di Guilin, Cina Selatan. Yang membedakannya, karst Maros-Pangkep menyimpan gua-gua dengan lukisan artistik jaman purba yang hingga kini masih menjadi misteri. Tak kurang ada 268 gua bersembunyi dalam rimbunan menara-menara batu gamping yang ditutupi gerumbul tanaman hijau.