Sabtu, 11 April 2020

Menembus Gerbang Efesus

.: Panggung untuk menikmati Lower Agora :.

Pagi berjalan merayap di Selçuk. Suasananya yang tenang dengan hawa sejuk musim semi seperti menuntun siapa saja untuk menikmati momen tanpa diburu ketergesa-gesaan. Toko-toko dan jalanan sepertinya baru benar-benar hidup setelah embun angkat kaki digusah mentari. Saya merasa, mungkin beginilah suasana kota yang cocok untuk melewatkan hari saat pensiun tiba.

Setelah mandi dan sarapan seadanya, saya istirahat sebentar. Hawa yang sejuk dan suasana yang tenang membuat saya betah berlama-lama duduk di samping jendela kamar hotel, memandang bukit Bulbul yang hijau di kejauhan, sambil sesekali terhibur dengan seliweran burung-burung liar di seantero kota.

Minggu, 29 Maret 2020

Isa Bey dalam Pusaran Reinkarnasi

.: Ahlan wa sahlan, Isa Bey :.

Sesaat setelah keluar dari gerbang reruntuhan Saint John Basilica, saya berjalan kembali ke arah Selçük otogar. Niat hati ingin mampir ke bank lokal untuk menukar uang lira dan membeli roti simit (roti khas Turki) untuk sarapan. Maklum, persediaan lira saya menipis. Saya sengaja hanya membawa dolar saja. Saya tukar di bank lokal supaya mendapat nilai tukar yang lumayan daripada di money changer.

Namun sebelum berjalan terlalu jauh, saya membaca papan penunjuk jalan. Di gang yang saya lalui, menurut informasi tersebut, ada dua situs bersejarah. Satunya berupa gereja, satu lagi berupa masjid. Saya pikir satunya lagi berupa kastil yang baru saja saya datangi. Saya menerka dalam hati, mungkin bangunan seperti bongkahan kubus yang saya lihat dari ketinggian kastil tadi masjidnya. Saya pun bertanya ke seorang penjual cenderamata tentang keberadaan mesjid tadi.

Sabtu, 07 Maret 2020

Menziarahi Yohanes

.: Selamat Datang di Reruntuhan Gereja St. John 🍁 :.

Langit masih gelap saat bus yang saya tumpangi berhenti di Izmir Otogar. Saya terbangun dengan geragapan. Maklum, saya hanya sempat memajamkan mata sejenak. Angin dingin menembus kulit saya yang sudah dibebat tiga lapis kain. Benar-benar membuat gigil.

Saya pun langsung menuju bagian informasi, menanyakan apakah operator bus ini menyediakan suttle gratis menuju Selcuk, tujuan saya berikutnya. Jawabannya nihil. Saya hanya dijawab dengan kalimat singkat sambil ditunjukkan arah menuju terminal utama.

"Servis otobűsű yok. Orada", katanya.