![]() |
| .: Tak Lengkap Tanpa Sambal :. |
Pada mulanya adalah cabai, lalu menjelma menjadi sambal. Melalui tangan-tangan kreatif peracik bumbu dan tradisi yang diwarisi turun temurun, bahan dasar tersebut bertransformasi menjadi sajian nikmat penggugah selera. Didukung dengan luas wilayah yang membentang dari Sabang hingga Merauke dan dipengaruhi oleh beragam adat, kebiasaan, serta keterampilan lidah lokal, sambal hadir sebagai duta dalam dunia boga yang saling berlomba-lomba menunjukkan kekhasannya memenuhi hasrat para petualang kuliner.
Ada yang menganggapnya hanya sebatas pelengkap rasa. Ada pula yang mengakuinya sebagai menu tersendiri, menempati kasta yang sama dengan menu hidangan lain di meja saji. Dalam peta gastronomi nasional, sambal secara ajeg mencatatkan dirinya dalam menu-menu yang ditawarkan oleh restoran butik hingga warung tenda pinggir jalan. Karena daftarnya terlalu panjang dan jenisnya selalu bertambah setiap saat, ragam sambal nusantara dapat disederhanakan dalam kelompok kecil untuk mewakili jenisnya.
