Sabtu, 09 Mei 2020

Ekspedisi Alkahfi

.: Persimpangan Jalan Menuju Lokasi Alkahfi :.

Hampir setiap hari Jumat, saya menerima pesan pendek yang isinya mengingatkan untuk memperbanyak amalan ibadah dan anjuran untuk membaca Surat Alkahfi. Surat ke-18 dalam Alquran ini termasuk dalam surah Makkiyah. Terdiri dari 110 ayat.

Salah satu isinya mengisahkan tentang tujuh pemuda beriman dan seekor anjing yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun. Syahdan, mereka bersembunyi dan terkurung di dalam gua karena berusaha mempertahankan aqidah untuk beriman kepada Allah dan menolak memuja dewa-dewa dalam kepercayaan Pagan yang banyak dianut oleh penduduk setempat kala itu.

Saat saya masih anak-anak, kisah ini begitu populer. Sering disampaikan sebagai kisah religi dalam sesi tausiyah sore di madrasah oleh Pak Ustad. Khatib salat Jumat pun kerap mengutipnya sebagai bagian dari khotbah. Banyak orang tua juga menjadikan kisah ini sebagai bagian dari dongeng sebelum tidur. Selain Aladdin, inilah kisah favorit saya yang berasal dari negeri gurun di Semenanjung Persia. Setelah beranjak remaja dan duduk di bangku SMA, saya baru tahu bahwa kisah Alkahfi juga diceritakan di dalam Injil.

.: Kompleks Alkahfi dilihat dari atas :.

Ratusan purnama berselang, hati saya mendadak deg-degan saat diberi tahu bahwa gua (yang dipercaya sebagai lokasi kisah Ashabul Kahfi) tersebut benar-benar ada dan masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Kata petugas di pintu keluar Gerbang Magnesia kompleks kota tua Efesus, "Just go stright on until you find the first head quarters. And then turn left. Follow the path. The cave is on the left side. Don't forget to read the sign. It's about fifteen minutes walks."

Baca juga: Menembus Gerbang Efesus.

Senangnya. Setelah berhari-hari mendapat nukilan informasi dengan menebak-nebak maksud dari pemberi informasi karena disampaikan dalam bahasa Turki yang baru saya mengerti sebagian kecil saja, akhirnya saya mendapat info yang cukup jelas dari petugas loket yang lancar berbahasa Inggris.

Saya pun berujar, "TeşekkΓΌr ederim (terima kasih)," sembari beranjak menuju arah yang ditunjuk. Berhubung ini bukan destinasi populer, tidak ada angkutan umum yang melewati lokasi Alkahfi.

.: Gerbang Alkahfi πŸπŸ‚ :.

Jalannya sudah beraspal mulus. Sesekali ada mobil yang melintas. Saya berusaha menghentikannya, barangkali ada yang bersedia memberi tumpangan. Ternyata nihil. Mungkin hitchhike tidak populer di kota kecil ini. Saya kembali berjalan seorang diri. Matahari cukup terik siang itu, meski udara lumayan sejuk. Bunga-bunga daisy bermekaran di sepanjang jalan. Pohon-pohon jeruk juga mulai berbunga. Bentuknya menyerupai mekarnya sakura kalau dilihat dari kejauhan.

Setelah kurang lebih 25 menit berjalan (karena harus banyak foto dan menghentikan mobil sepanjang jalan) sampailah saya pada sebuah resto kecil pinggir jalan. Mungkin satu-satunya resto di tempat sepi ini. Saya bertanya pada salah satu keluarga yang sedang menikmati minuman soda di beranda resto tersebut.

"Excuse me, whould you mind to show me, where's the location of Grotto of The Seven Sleepers, please?"

"Overthere," kata anak perempuan keluarga tersebut sambil menunjuk plang yang tertempel di sebuah pohon tak jauh lokasi kami berbincang.

"Teşekkür ederim," kata saya.

.: Celah, seperti Liang :.

Saya pun segera menyusuri jalan setapak yang ditunjuk oleh anak perempuan tadi. Ternyata lokasi Ashabul Kahfi ini ada di bukit halaman belakang resto. Tempatnya memang sepi. Siang itu, hanya saya pengunjungnya. Gerbangnya berbentuk lengkung. Bahannya terbuat dari tumpukan kepingan batu. Fasadnya mengingatkan saya pada tembok belakang Leaky Cauldron di film Harry Potter and The Sorcerer's Stone yang meliuk-liuk setelah diketuk dengan payung Hagrid.

Tidak ada tiket masuk. Biasaya gerbang ini dikerangkeng dengan pagar besi. Pengunjung tidak diperkenankan masuk ke dalam. Saya hanya bisa mengintip saja dari celah di antara kerangkeng tadi. Seorang juru kunci tampak mengamati gerak-gerik saya. Beliau mendekati saya dan tampak berbicara dalam bahasa Turki yang tak saya mengerti.

Lalu, tiba-tiba ada satu keluarga Turki yang datang berkunjung. Sang Juru Kunci tampak mengikuti langkah keluarga Turki tersebut. Terjadi dialog di antara mereka, saya hanya mengikuti saja di belakang sembari mencuri dengar penjelasan dari Juru Kunci, kalau-kalau saja saya mengerti.

.: Celah, seperti Lubang Kremasi :.

Saat keluarga Turki beranjak pergi, saya kembali ke depan gerbang, berusaha mengamati lebih detil tentang gua ini. Saya tadi sempat menangkap bahwa sisi dinding yang berlubang itu dijadikan tempat tidur oleh salah satu pemuda dalam kisah Alkahfi. Sayang sekali saya tidak bisa masuk ke dalam.

Sang Juru Kunci datang lagi, kali ini berusaha mengajak saya ngobrol sembari memberi penjelasan tentang lokasi-lokasi di dalam gua. Sembari ngobrol patah-patah campuran bahasa Turki dan isyarat, kami berkenalan. Namanya Pak Ilmaz. Beliau sudah lama menjadi juru kunci tempat ini dan tinggal bersama istrinya di sebuah rumah di belakang resto kecil yang saya lewati tadi.

Sembari ngobrol, gembok yang mengunci gerbang gua dibuka, tapi saya masih tidak boleh masuk. Saya minta izin untuk difotokan. Sebagai kenang-kenangan. Saya bilang kalau saya berasal dari Indonesia. Lalu entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba gerbang itu dibuka. Saya dipersilakan untuk mengambil gambar di dalam gua secepatnya dan beliau akan mengambilkan saya gambar di depan gua.

Mengikuti instruksi, saya segera bergerak cepat. Masuk ke dalam gua sampai ke bagian paling dalam, memotret apa saja yang sekiranya saya temui, dan segera keluar dari gua. Pak Ilmaz masih berjaga di luar pagar. Gila kan ya? Bisa saja, saat saya ada di dalam gua, gerbang itu dikunci, dan saya terjebak di dalam kerangkeng gua. Tapi saya percaya bahwa bapak itu baik. Buktinya, beliau mau menunggu saya dan setelahnya bersedia mengambilkan gambar. Sayang sekali tidak ada plang atau informasi tentang bagian-bagian dari gua ini.

.: Di dalam Gua Alkahfi :.

Memang, lokasi kejadian kisah Ashabul Kahfi tersebut masih misteri. Banyak negara di kawasan Semenanjung Persia mengklaim bahwa kejadian tersebut berlangsung di sebuah gua yang ada di wilayah negaranya. Totalnya ada 44 buah gua. Bahkan, di wilayah Turki saat ini, ada empat gua yang konon dipercaya sebagai lokasi kejadian kisah Ashabul Kahfi.

Sebagai orang awam yang dhaif tapi ingin menjejak kisah-kisah dalam Alquran, saya merujuk pada penjelasan Bapak M. Quraish Shihab (iya, beliau ini bapaknya mbak Nana Mata Najwa itu lho πŸ˜πŸ™ˆ) dalam Tafsir Al-Mishbah. Berhubung lokasi dan waktu kejadian kisah Ashabul Kahfi tersebut tidak dijelaskan, sekiranya ada lima gua yang ciri-cirinya mendekati deskripsi gua dalam Surat Alkahfi.

Kelima gua tersebut adalah gua di Efesus yang sedang saya datangi ini, gua di Qasium (Kota Ash-Shalihiyyah, dekat DamaskusSuriah), gua Al-Batra di Palestina, gua di wilayah Skandinavia (Eropa Utara), dan Gua Rajib di AmmanYordania.

Dari lima gua tersebut, menurut saya hanya dua yang paling mendekati deskripsi sesuai dalam Surat Alkahfi. Saya sampai bolak-balik membaca surat ini dan membaca terjemahannya, mencari catatan perjalanan yang sekiranya mendeskripsikan keadaan gua seperti dijelaskan dalam Surat Alkahfi. Dua gua tersebut adalah gua di Efesus ini dan Gua Rajib di AmmanYordania.

.: Mirip Deretan Kavling Liang Lahat :.

Meski tidak dijelaskan di Alquran dan tafsir, ada kisah di Efesus yang merujuk pada sosok tujuh pemuda yang dikisahkan dalam Surat Alkahfi. Ketujuh pemuda ini yaitu Maximilian, Jamblichus, Martin, John, Dyonisius, Constantine, dan seorang gembala bernama Antonius. Mereka menolak untuk menyembah patung-patung yang berasal dari kepercayaan Pagan dan tetap berpegang teguh pada keimanannya kepada Allah berdasarkan pada ajaran dalam Injil yang disampaikan oleh Nabi Isa As.

Sikap mereka yang berbeda dengan kepercayaan penguasa Efesus kala itu menyebabkan ketujuhnya menjadi buronan tentara Efesus yang diperintah oleh Gubernur Daqyanus. Meski kisahnya terdengar sama, namun, deskripsi guanya tidak seperti yang dijelaskan dalam Alquran. Sekali lagi, berhubung saya bukan arkeolog, saya tidak bisa mengatakan bahwa kisah ini tidak berlangsung di Gua Alkahfi di Efesus ini. Tapi, saya tidak melihat adanya bekas rumah ibadah di atas reruntuhan gua ini.

Mungkin saya salah, tapi melihat ruang dalamnya, saya menduga bahwa ini bagian dari reruntuhan kota, tempat warga Efesus yang meninggal disemayamkan. Karena relik-relik yang terlihat berupa sorkofagus, kavling liang, dan celah di dinding yang cocok untuk tempat mengebumikan jenazah, bukan layaknya gua lapang kosong tempat untuk tinggal atau bersembunyi.

Sedangkan, Gua Rajib di Amman, Yordania, dari deskripsi yang saya baca tentang lokasi gua dan lingkungan sekitarnya, lebih mendekati deskripsi yang dikisahkan dalam Alquran. Guanya memiliki satu pintu dan di atasnya pernah ada tempat ibadah. Hipotesis bego-begoan saya, mungkin pemudanya memang benar berasal dari Efesus seperti yang saya jelaskan di atas, tapi lokasi kejadiannya ada di Gua Rajib, Amman, YordaniaWallahu a'lam bishawab.

.: Kota Selçuk dilihat dari Bukit Alkahfi :.

Di tengah kegalauan pikiran tentang lokasi kejadian kisah Ashabul Kahfi, saya diajak Pak Ilmaz menuju ke atas gua. Kondisi 'atap' gua ini penuh kepingan batu yang terserak. Lubang-lubang  menganga di banyak titik sehingga sulit untuk mengidentifikasi apakah di atas gua ini pernah ada bangunan tempat ibadah. Di kejauhan, Kota SelΓ§uk menghampar seperti karpet putih yang menyelimuti bukit. Padat juga ternyata. Bangunan gedung dan perumahan berjejalan, dikepung oleh hamparan sawah dan kebun buah. Meski demikian, entah mengapa saya merasa ritme kota ini bergerak layaknya siput. Kota yang sepertinya nyaman untuk menghabiskan masa pensiun.

Berhubung matahari mulai condong ke barat, Pak Ilmaz minta izin untuk kembali ke rumah. Saya pun segera pamit juga. Kami berjalan beriringan. Saya tidak mampir ke rumah Pak Ilmaz. Setelah mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan, saya melanjutkan perjalanan. Sembari melangkah, pikiran saya masih berputar tentang kisah Alkahfi. Saya masih penasaran dengan lokasi lain yang sekiranya merujuk pada kisah tersebut. Untuk itu saya menamai perjalanan pencarian lokasi kejadiaan kisah tujuh pemuda dan anjingnya yang tertidur di dalam gua dan menjadi dongeng pengantar tidur saya waktu kecil dulu ini sebagai Ekspedisi Alkahfi. Dan dalam perjalanan meninggalkan rumah Pak Ilmaz, negara yang terlintas dalam benak saya untuk perjalanan pencarian berikutnya adalah Yordania. Saya berdoa semoga kesempatan itu segera tiba. []

48 komentar:

  1. Balasan
    1. Hehehe kerennya di mananya mas? 😷😌. Kan ini reruntuhan bangunan kuno 😁

      Hapus
  2. Oh ternyata banyak juga ya lokasi goa yang diprediksi jadi tempat ashabul Kahfi, paling tidak ada lima goa.

    Kenapa begitu bilang dari Indonesia malah pintu gerbangnya malah dibuka ya? Luar biasa nama Indonesia di Turki ya.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ada 44 gua. Tapi yang karakteristiknya paling mendekati dengan deskripsi yang ada dalam Alquran ya lima gua itu.

      Hehehe mungkin karena saya datang sendirian, dari jauh, dan juga 'solidaritas' sebagai sesama muslim. Mungkin lho ya πŸ˜πŸ™

      Hapus
    2. Betul juga ya, mungkin kasihan karena melihat kang Adie dari jauh untuk melihat goa yang bersejarah jadinya penjaganya membuka pintu gerbang.πŸ˜„

      Hapus
    3. Hahaha atau mungkin karena orangnya aslinya memang baik. Alhamdulillah sih. Merasa terberkati banget ini kunjungan menjelajah Turki :)

      Hapus
  3. Gila sejarah islam yang menarik dusebuah gerbang Efesus yang hampir memiliki kurang lebih hampir 50 mulut goa yang hanya berupa tumpukan batu sejenis bata namun tetap kokoh hingga sekarang. Tak hanya itu saja mungkin yaa mas sejarah Islam lainnya mungkin banyak bisa kita ulas kembali di tempat tersebut yaa mas.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe masih banyak banget. Tunggu aja postingan selanjutnya. Semoga menikmati kisah perjalanan saya ya πŸ˜πŸ™

      Hapus
  4. eh seru banget ini, nggak cuma jalan-jalan, tapi melihat apa yang ada di alquran. serasa pembuktian apa yg tertulis di alquran.

    kalau di indonesia, mungkin tidak jauh dari makam para sunan, yang kadang ada di kota A,B, dan C. semua diyakini benar.

    sayangnya literatur tentang gua ini belum begitu banyak, ya, mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada papan petunjuk atau informasi apapun. Hanya papan nama dari kayu seadanya aja.

      Mungkin karena ini ada di tegalan rumah warga gitu ya jadi sebenarnya bukan obyek wisata yang populer banget di sini. Lokasinya yang agak nyempil dari Efesus, makanya sering dilewatkan oleh rombongan tur. Sepi banget πŸ˜πŸ™

      Hapus
  5. Menilik berbagai peninggalan seperti ini, saya jadi membayangkan bagaimana waktu dulu tempat ini sebelum rusak. Mengulik sejarah tempat yang baru seperti ini menyenangkan, mas. Beruntung kamu bisa ke sana, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya. Tantangan bangunan sepuh seperti ini memang kemampuan bertahan melawan zaman. Gua ini meski masih kelihatan bentuknya, tapi memang bisa dikatakan tidak utuh lagi. Sebelum proses ekskavasi berlangsung yaitu tahun 2014-an, bentuknya malah lebih berantakan lagi. Sekarang mungkin agak lebih 'rapi' dan bisa dinikmati πŸ˜πŸ™

      Hapus
  6. mantab ini mis, berpetualang yang menghasilkan kecerdasan membaca sejarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Kebetulan saja ini ketemu spotnya. Jadi keterusan deh pengen nyari lokasi serupa yang diperkirakan sebagai lokasi kejadian kisah itu. Seneng aja rasanya menemukan kepingan-kepingan cerita dalam kitab suci begitu πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  7. Selalu mengagumkan tempat2 yang disuguhkan dalam blog ini.. Tetap berbagi Bro..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak sudah berkunjung. Semoga menambah manfaat πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  8. Ok..... bahagianya bisa dikasih kesempatan jalan2 gini......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya, semoga diberikan kesempatan yang sama suatu saat. Menabung dulu dari sekarang :)

      Hapus
  9. Waaah aku juga pengeeeen ke gua ini. Selama ini rutin baca Al Kahfi, sedikit2 tau juga ttg kisah itu. Tp lumayan banyak juga perkiraan gua nya ya mas. Dan melihat yg ini, kecil gitu lubangnya, aku ga kebayang kalo sampe hrs sembunyi di dalam. Pastilah aku masukin dlm bucket list tempat ini. Cm lumayan jg itu jalan kaki yaaa hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke sini mending sewa mobil atau naik taksi aja. Ini karena aku biasa jalan dan kebetulan cuacanya ya lumayan sejuk, jadi ya dijabanin saja. Aku pengen ke Yordania hehehe :)

      Hapus
  10. Beruntung banget, mas, bisa masuk. Kyknya gak setiap orang bisa masuk mengingat gerbangnya selalu dikerangkeng. Ngomong-ngomong semoga keinginannya untuk melanjutkan ekspedisi alkahfi segera tercapai ya. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Duh, semoga dikabulkan dan disegerakan ya ini. Aku memang seneng banget kok main ke tempat-tempat yang ada di kitab suci begini. Kadang bayangin gimana gitu kisahnya waktu kejadian itu terjadi di masa lampau :)

      Hapus
  11. Baca surat ini jg hampir tiap minggu, tapi gak pernah bener-bener memahami dan kepo sampe segininya. Alhasil baru tau kalo ada tempat kaya gini dan masih banyak tempat lain yg diklaim sbg gua alkahfi.
    Btw masnya kuliah di sana atau sekedar liburan? Huhu mau lah bahas tentang turki jugaa. Soalnya sy pengen ke sana πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha saya memang suka sekali dengan hal-hal yang dikisahkan dalam kitab suci. Kejadian itu sampai diabadikan dalam Alquran berarti pesannya penting banget kan buat diteladani. Semoga sih satu persatu bisa saya datangi suatu saat nanti.

      Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Turki, pantengin saja blog ini. Saya akan bahas terus kayaknya sampai Juli nanti :)

      *dadah-dadah dari Istanbul* ;)

      Hapus
  12. Wah, mantap Kak. Suka sekali membaca kisah di atas. Saya juga baru mulai nge-blog. Tentunya saya akan belajar banyak dari Kakak. Sehat selalu. Ditunggu kisah selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Yose, terima kasih sudah berkenan berkunjung. Insyaa Allah akan terus mengabarkan tentang kisah perjalanan. Semoga menikmati kisahnya ya. Salam manis dari Istanbul ;)

      Hapus
  13. Satu kata.. WOW

    Mantap om,, sering-sering yah. Saya baru mampir kesini tapi langsung terbelalak ngeliat bangunan kuno yang dipercaya salah satu Goa Kahfi. Yah walaupun belum pernah ngeliat salah satunya, tapi dari online setidaknya bisa ngerasain sedikit bayangannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih ya, semoga menikmati kisahnya dan bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut. Tapi, akan lebih baik kalau dibaca sendiri di Alquran. Di situ lebih lengkap. Siapa tahu kan nantinya juga terinspirasi untuk bisa mengunjungi tempat-tempat yang menjadi latar dalam kisah yang diceritakan di Alquran. Aamiin :)

      Hapus
  14. Alhamdulillah masih bisa mengikuti meskipun masih dalam postingan yg saya ikuti hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe terima kasih sudah menyimak kisah perjalanan saya mz. Semoga mendapat manfaat yang baik. Aamiin :)

      Hapus
  15. Duh, gue ngebayangin ada di tempat ini terus buka2 surat al kahfi, terus ngeliat sekitar itu pasti merinding banget ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya doakan semoga bisa punya kesempatan buat main ke tempat ini juga ya. Siapa tahu bisa ikut merasakan pengalaman deg-degan juga hehehe. Semangat menabung dari sekarang ;)

      Hapus
  16. Saya juga ada teman tuh di Facbook yang hobi mengingatkan baca surah Alkahfi 10 ayat pertama biar terlindung dari fitnah Dajjal. Tapi akhir-akhir ini jarang banget buka medsos yang satu itu. Akhirnya enggak pernah baca lagi. Ya ampun malasnya. XD

    Jadi belum ada kepastian tentang guanya di mana, ya?

    Saya membayangkan saat mendengarkan orang berbicara bahasa Turki sekaligus isyarat kayaknya tetap susah paham. Enggak ada satu pun kosakata bahasa Turki yang saya tahu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang belum bisa dipastikan karena tidak tahu kapan kejadian tersebut berlangsung. Yang bisa dilakukan hanya menduga-duga berdasarkan pada karakteristik gua yang dideskripsikan dalam Alquran.

      Untuk bahasa Turki, saya sebenarnya hanya bisa sangat sedikit kosa kata saja kok. Ya cukup buat ngobrol 'bahasa pasar' dengan orang lokal. Selebihnya, saya ngomong pakai bahasa Inggris atau bahasa isyarat. Practice make perfect :)

      Hapus
  17. Masya Allah mas.. Aku cuma baca tulisanmu doang dan ngeliat foto2 guanya udh deg2an dan merinding. Ya gimana. Semenjak kuliah cm sedikit tahu tentang tafsir surah Alkahfi. Ternyata guanya masih ada, beruntung bgt juru kuncinya ngasih kesempatan buat masuk dan mengambil gambar. Terharuuu, bapaknya baik bgt, cm krna tahu dr Indonesia lgsg dibukain gemboknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya. Rezeki dari Allah. Hehehe. Semoga dirimu suatu saat diberikan kesempatan untuk berkunjung ke sini juga. Ya siapa tahu berminat. Menabung dulu dari sekarang :)

      Hapus
  18. Zaman SD emang populer bgt cerita tentang Al Kahfi, dan saya juga baru tahu kalau di Injil juga diceritakan.

    Walaupun belum pasti apakah ini atau bukan guanya, tapi tetap saja memberikan kesan mendalam ya.. Wallahu a'lam bishawab.. Semoga di lain kesempatan kesampaian mas menjelajah gua yg di Yordania..

    Ternyata bisa bahasa Turki + sebagai orang Indonesia bisa mendapatkan privilege untuk menjelajah lebih jauh gua ini :D

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doa yang kenceng banget kalau ini mah. Udah pengen banget main ke Yordan. Semoga segera kesampaian hehehe :)

      Bisa jadi ya. Mungkin karena aku jalan dewean. Lalu tahu kalau aku muslim. Dari Indonesia pula. Rezeki dari Allah lah itu melalui tangan Pak Ilmaz. Alhamdulillah :)

      Hapus
  19. Banyak kisah di Injil yang ada di Al-QurΓ‘n. Di Injil kisahnya stop di Isa/Yesus dan tidak ada kisah lagi. Di Al-QurΓ‘n kisah setelah Isa masih berlanjut dan stop di Nabi Muhammad. Karena Kekristenan ada lebih dulu daripada Islam.

    Seven Sleepers ini juga kisah yang paling aku suka. Nanti klo ke Yordania aku ikut masuk ranselmu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakin tuh kisah-kisah di Injil gak ada yang mengabarkan tentang keadaan di masa yang akan datang, I mean, 'prediksi' kejadian setelah Isa, zaman pra Islam gitu maksudku? Hehehe. Takjub juga sih kalau dirimu dah baca Injil sampai tamat. Kirain lho bacanya Serat Jayabaya aja. Kan, nyembah keris tho? Wakakakak :P *dikeplak netijen Jombang*

      Hehehe kisahnya ada banyak ternyata. Gara-gara baca ini, temenku ada yang wa kalau di Azerbaijan juga ada. Dan orang-orang, baik yang di Azerbaijan maupun yang di Yordania sama-sama kekeuh sumeukeuh kalau kejadian Ashabul Kahfi ini ada di gua mereka. Aku kok jadi mikir kalau yang maksa-maksa gitu biasanya palsu. Hehehe. Padahal di Selçuk sini, situs Grotto of The Seven Slepeers termasuk situs nirbayar yang bisa dikunjungi siapa aja. Malah terkesan sepi dan terbengkalai gitu. Kok aku ngerasa ini justru yang mendekati kebenarannya. Tapi gak tahu juga ding. Sing penting cuz dulu Yordania ah :D

      Hapus
  20. Terbengong-bengong baca ceritanya 😳

    Tempat ini seperti yang mas Adie bilang nggak terkenal jadi saya pun nggak pernah tau ada tempat seperti ini di Turki πŸ™ˆ gara-gara baca tulisan mas jadi penasaran bentukan aslinya bagaimana. Pasti rasanya weird banget ya mas sampai disuatu tempat yang ada dalam salah satu cerita fave saat anak-anak 😍 hehehe.

    Semoga mas Adie bisa segera dapat rejeki untuk pergi ke Yordania dan melanjutkan ekspedisi Alkahfi sesuai harapan mas πŸ˜† dan saya bagian duduk manis menunggu ceritanyah 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya, sempat takjub juga sih pas dikasih tahu ada tempat ini. Dan lokasinya gak jauh dari Efesus. Tapi memang orang jarang banget yang ke sini. Gak ada bus-bus besar yang mengangkut turis dari Efesus yang mampir situs ini. Kalau ada kayaknya juga jarang. Non touristy banget. Sepi. Gak ada tiket. Lokasinya di tegalan warga. Tapi justru itu yang bikin penasaran. Makanya langsung dijabani :)

      Hapus
  21. Ceritanya mencerahkan sekali, Mas Adie. Saya gak begitu memahami surat Al Kahfi, kayaknya harus baca lebih runut lagi arti dan sejarahnya. Makasih banyak ulasannya!

    Btw saya pernah punya pengalaman dapat kebaikan orang Turki. Waktu itu pas di Austria, kami mau numpang toilet stasiun tapi ternyata tutup. Terus petugasnya datang, lihat saya pakai jilbab, dia bilang, "Oh you're muslim, where are you come from?" Pas dibilang Indonesia, terus dia mau bukain toilet khusus buat kami, "10 menit saja ya" katanya.

    Apapun yang melatarbelakangi, saya yakin Turki dan Indonesia punya hubungan yang positif.

    BalasHapus
  22. enaknya jalan2 ya... terlebih tempat2 yg ada kaitannya dengan sejarah islam

    BalasHapus
  23. ada satu rancangan di TV di Malaysia ketika Ramadan namanya 'Jejak Rasul', beberapa kali mereka melawat kawasan ini.... harap-harapnya ada rezeki saya kelak untuk sampai ke sini....

    BalasHapus
  24. Seru banget rsanya baca ceritanya mas. Baru tau ada gua Al Kahfi di Turki. Kirain gua itu udah gak ada karna saking lamanya.

    BalasHapus
  25. Sejarah islam memang sangat menarik untuk di pelajari

    BalasHapus
  26. Sudah baca belum om hari ini :) :Dheheheh

    BalasHapus