Rabu, 14 November 2012

Selamat Tahun Baru 1434 Hijriyah

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Binarung lumingsiring bagaskara pungkasaning sasi Dzulhijjah, asung sasmita bebukaning sasi Muharram, kulo ngaturaken sugeng mapag warsa enggal 1434 H, mugi tansah pinaringan berkah, sih lumunturing Gusti, saha tinebihake saking rubeda lan sambikala. Aamiin.

Jumat, 09 November 2012

Pemandangan di Balik Jendela Pesawat

Window seat yang selalu saya suka :)
Saat bepergian naik pesawat, saya selalu memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela. Apalagi kalau penerbangan pagi, rasanya saya selalu semangat untuk motret pemandangan dari angkasa. Jika tempat duduk bisa dipesan saat pembelian tiket tanpa ada biaya tambahan, saya biasanya langsung pilih tempat duduk yang memungkinkan saya duduk dengan leluasa motret tanpa terhalang sayap pesawat. Tapi kalau harus bayar, saya berusaha check in lebih awal supaya bisa meminta tempat duduk yang dekat dengan jendela.

Sampai saat ini, saya belum pernah memaksa menduduki nomor kursi orang lain hanya untuk bisa duduk di dekat jendela. Kalaupun dapat duduk di tengah atau di dekat lorong pun, akan saya patuhi sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket. Saya juga tidak mau kalau ada orang yang tidak berhak, tiba-tiba menyerobot tempat duduk yang sudah saya dapat. Jika sudah ada yang menempati, biasanya saya minta dengan sopan untuk pindah atau bergeser. Kalau gak mempan, saya akan tanya nomor kursinya. Kalau masih keras kepala juga gak mau pindah, saya bilang saja ke pramugarinya. Pernah saya mengalaminya, sampai langkah ketiga, eh si penyerobot ini tetap gak mau pindah dan malah bilang, "udah duduk aja di situ, sama saja kan mas."

Jumat, 02 November 2012

Menumpang Boeing 747-400 Garuda Indonesia

Boeing 747-400 yang gempal dan kokoh
Berkali-kali naik pesawat, saya tak pernah memerhatikan tipe pesawat yang saya tumpangi. Mungkin karena ndeso, jadi tiap kali masuk pesawat, yang dicari pertama adalah buku doa dan sibuk komat-kamit sendiri sampai pesawat take off. Gara-gara sering gak nyambung tiap kali diajak ngobrol sepupu saya tentang pesawat, saya jadi terpacu untuk memerhatikan tipe pesawat apa yang saya tumpangi tiap kali terbang.

Pertama kali naik pesawat, saya numpang Boeing 737-300 dari maskapai Sriwijaya Air menuju Tanjung Pandan, Belitung. Penerbangan 55 menit tersebut terasa lama sekali karena saat itu adalah penerbangan paling pagi dan cuaca agak mendung sehingga tiap kali pesawat nyenggol gumpalan awan, saya spontan pegangan kursi. Ini semua diawali dengan tingkah polah teman-teman kantor saya yang pada minta maaf dan memberi nasihat seolah-olah pesawat saya mau jatuh. Ih, amit-amit lah ya. Saya pikir, pengalaman pertama memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Yang membuat saya lebih senang lagi, meski terbangnya cuma 55 menit, tapi dapat snack dan segelas air mineral yang cukup mengganjal perut sebelum sarapan.