Kamis, 26 Februari 2015

Suaka Primata

.: Welcome to the (real) jungle @ Tanjung Puting National Park :.

Pagi yang hening mendadak pecah oleh suara gaduh yang memekakkan telinga. Suara itu bukan berasal dari deru mesin kelotok (perahu kecil dengan mesin diesel). Sekawanan bekantan (Nasalis larvatus) baru bangun dari tidurnya. Sang pejantan, yang berhidung paling mancung dan berekor paling panjang, seperti dirigen yang memberi komando bagi kelompok paduan suaranya untuk secara lantang bersuara keras meski jauh dari merdu. Suara serak bersahutan tersebut seakan menjadi alarm pembuka hari di Taman Nasional Tanjung Puting pagi itu.

Terletak di peninsula selatan Kalimantan Tengah, Taman Nasional Tanjung Puting menaungi kawasan konservasi seluas 415.040 ha. Kawasan ini dibangun oleh ekosistem hutan rawa air tawar, hutan rawa air gambut, hutan bakau, dan hutan hujan tropis. Untuk kategori hutan yang disebut terakhir, Taman Nasional Tanjung Puting boleh berbangga mengantongi predikat sebagai hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia dan satu-satunya protected area di Asia Tenggara. Kawasan ini bisa ditembus melalui sungai Sekonyer dengan kelotok yang banyak berlabuh di pelabuhan Kumai, sebuah kota kecil berjarak 30 menit berkendara mobil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Kamis, 19 Februari 2015

Saba Toba

.: Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia :.

Danau Toba diklaim sebagai danau vulkanis terluas di dunia. Ikon alam kebanggaan Sumatera Utara ini digadang-gadang bisa masuk dalam daftar Taman Bumi Unesco pada akhir September tahun ini. Saat ini, Indonesia hanya menempatkan satu wakilnya yang sudah diakui dalam daftar Taman Bumi Unesco yaitu Gunung Batur. Untuk itu, demi mendongkrak popularitas Danau Toba, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, menyelenggarakan Festival Danau Toba dalam dua tahun terakhir.

Tak terpengaruh pada proses seleksi Taman Bumi yang sedang berlangsung, saya datang ke Toba karena irama masa silam. Saat para teman di bangku sekolah dasar masih bernyanyi seputar lagu Potong Bebek Angsa, Kasih Ibu, dan Lihat Kebunku, saya memilih menyanyi lagu favorit saya yaitu Danau Toba-nya Julius Sitanggang. Lagu tersebutlah yang kembali terngiang di kepala saat saya menjejak tanah batak untuk mengunjugi danau indah nan permai seperti lirik lagunya.

Selasa, 10 Februari 2015

Mengejar Mimpi di Negeri Laskar Pelangi

.: Batu-Batu Berukuran Raksasa di Pantai Tanjung Tinggi, Belitong :.

Sejak buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata difilmkan, Belitong seakan muncul sebagai magnet baru pariwisata nusantara setelah Bali. Padahal, jauh sebelum buku tersebut menjadi buah bibir, bersama Pulau Bangka, Belitong hanya bergeming dalam diktat pelajaran anak sekolahan sebagai oase tempat mendulang timah warisan pemerintah kolonial.

Bagi saya, kunjungan ke Belitong seakan menjadi pembuka segalanya. Banyak hal pertama yang terjadi pada perjalanan ini. Saya, untuk pertama kalinya masuk ke bandara Soekarno-Hatta, sekaligus pertama kalinya juga naik pesawat terbang. Pertama kalinya foto di depan pesawat dan pertama kalinya keluar pulau Jawa (pulau Madura tidak dihitung karena masih masuk provinsi Jawa Timur). Jika diingat-ingat, sungguh udik sekali memori tersebut.