Selasa, 01 Januari 2013

Menjemput Mentari di Pantai Sumur Tiga

sauh terakhir

Banyak orang bilang kalau Pantai Sumur Tiga di Sabang, Pulau Weh merupakan salah satu tempat terbaik di bumi pertiwi yang menawarkan pemandangan matahari terbit. Terbius rumor tersebut, saya memutuskan untuk menginap semalam di Freddie's Santai Sumur Tiga. Tak ingin kehilangan kesempatan menyaksikan momen langka yang tak dapat saya nikmati setiap hari, saya memutuskan untuk langsung menuju pantai setelah sholat subuh usai. Waktu seakan lebih lebih lambat. Saya baru menyadari belakangan karena Pulau Weh yang masuk dalam Provinsi Aceh ini merupakan tempat terakhir di Indonesia yang mengalami pagi sekaligus paling akhir menggapai malam.

Pantai Sumur Tiga dengan ombaknya yang tenang seakan meninabobokan seluruh penghuni penginapan. Terbukti dengan tak ada satupun pengunjung yang beranjak dari kamar masing-masing, selain saya untuk menjemput kelahiran hari. Tidak juga Tuan Freddie yang ramah, si empunya penginapan. Hidup sepertinya terlalu berharga buat mereka sehingga tak perlu terburu-buru menghabisi waktu.

Rabu, 26 Desember 2012

Mengenang Tsunami di Masjid Rahmatullah

Magical Masjid - Rahmatullah

Delapan tahun berlalu tapi kenangan akan bencana dahsyat itu masih mengendap di benak banyak orang, termasuk saya. Masjid Rahmatullah adalah salah satu masjid yang menjadi saksi bisu tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Bangunan ini seolah menjadi 'prasasti' wajib kunjung dalam daftar tempat-tempat yang saya kunjungi saat jalan-jalan di Aceh.

Saya terpesona dengan masjid ini sejak menonton sebuah berita yang menayangkan video landscape Lampu'uk dari udara, beberapa hari setelah tsunami. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah hamparan padang datar penuh puing bekas tsunami dan satu bangunan putih yang berdiri tegak sendirian yaitu Masjid Rahmatullah ini.

Rabu, 19 Desember 2012

Tak Ada Surga di Indonesia

Bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Bukan Kepingan Surga

Tiket promo dalam genggaman, perjalanan dilakukan, ribuan frame foto didapatkan, dan puncaknya, satu lagi kepingan surga dinarasikan. Tak sulit menemukan cerita tentang keindahan visual di bumi pertiwi: pasir pantai putih, air laut jernih, serta bentangan alam memukau yang mengundang decak kagum. Dalam riuhnya dunia pariwisata saat ini, kata surga seolah merupakan diksi ampuh dalam promosi sekaligus representasi sebuah kemalasan dalam mendeskripsikan visualisasi.