 |
| Unrust yang akhirnya istirahat total |
Pulau ini kelihatannya kecil dan terkesan tidak istimewa. Tahun 2003 saya pernah diajak camping seorang teman ke Pulau
Unrust. Tapi saya menolaknya. Saya pikir, tak ada cukup alasan untuk mengunjungi pulau asing yang penuh puing ini, apalagi sampai menginap. Beberapa teman yang lain menganggap pulau ini sebagai '
tempat jin buang anak' dan memberi kesan seram saat melintasinya. Padahal, dari gugusan pulau yang menjadi basis pertama pertahanan Belanda di nusantara, Pulau
Unrust adalah primadonanya.
Saya tak menyalahkan teman-teman saya yang menganggap Pulau
Unrust biasa saja. Mungkin, apa yang ada di pikiran teman-teman saya tersebut sama seperti persepsi Pangeran Jayakarta yang memperbolehkan para kompeni Belanda mendiami pulau ini pada tahun 1610. Sebuah keputusan yang didasari pada persepsi positif dan tak ada prasangka bahwa keputusan itulah yang menjadi tonggak penjajahan bagi bangsa Indonesia selama berabad-abad lamanya.