| .: Marina Bay Sands dari Kejauhan :. |
Singapura hampir selalu menjadi destinasi luar negeri pertama bagi turis asal Indonesia. Negeri mungil di jantung Asia Tenggara ini seolah mempunyai magnet yang menarik untuk disambangi. Luasnya cupet namun sanggup menawarkan beragam pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Satu sudut yang menjadi sirkuit turis saban hari terletak di tenggara negeri. Area ini tak ubahnya sebuah etalase yang menjelaskan kesuksesan tentang bagaimana sebuah negeri dibangun. Setiap jengkal lahannya dijejali dengan kombinasi superlatif yang mengundang decak kagum. Gedung-gedung modern berbagi lahan dengan taman bunga gigantik. Bianglala tertinggi sejagad berderet dengan teater durian jumbo. Di dalam perutnya, kereta cepat menampung warganya wara-wiri untuk menjangkau area ini.
Menyusup di antara kerumunan warga, saya menuju kawasan Marina saat sore hampir bergelayut. Awan tebal menggantung di langit. Saya berjalan melalui jalur setapak di pinggir sungai. Konon, di masa lampau, sungai ini keruh dan penuh sampan nelayan sebagai sarana transportasi antar pulau. Namun kini, aliran airnya cukup bersih. Paling tidak, saya tidak melihat ada sampah yang mengambang di air. Pikiran saya pun melayang ke kawasan Jakarta Kota yang seharusnya bisa mempunyai hal serupa untuk Kali Ciliwung.