Minggu, 28 Agustus 2011

Informasi Perjalanan: Sebuah 'Tongkat' Penunjuk Jalan

Kisah Sukses Tony dan Maureen Weeler

Orang seperti Tony dan Maureen Weeler mungkin termasuk manusia-manusia 'ajaib' yang pernah ada di dunia ini. Di saat orang bepergian dengan jalan konvensional melalui jalur yang sudah ada, tahun 1972 mereka mencoba mengikuti jejak para 'hippie' Inggris untuk pergi ke Australia melintasi Asia. Setelah perjalanan 'santai' selama setahun tersebut, mereka berpikir akan pentingnya suatu panduan perjalanan yang memberikan informasi bagi pelancong jenis baru yang melakukan perjalanan secara mandiri. Keluarlah buku pertama mereka Across Asia on The Cheap di bawah bendera The Lonely Planet (LP) yang membantu mereka untuk menjawab banyak sekali pertanyaan keheranan tentang perjalanan yang dilakukannya melintasi Asia. Sampai saat ini, buku-buku LP merupakan kitab wajib bagi para traveler di seluruh dunia di mana terdapat lebih dari 600 judul yang sudah diterbitkan.

Sebenarnya, informasi yang ada di buku-buku LP dapat dengan mudah kita cari di internet. Tapi, kadang orang tidak mau ribet googling jika informasi yang dibutuhkan sudah ada lengkap dalam genggaman. Menurut saya, buku-buku terbitan LP itu mahal walaupun (mungkin) sebanding dengan informasi yang akan kita dapatkan. Sudah gitu, karena bukunya tebal-tebal, membawa LP saat traveling rasanya seperti membawa 'bantal' waktu piknik.

Selasa, 12 Juli 2011

Janji (Bertemu) Joni

Salah satu film Indonesia favorit saya ;=)
"Coba lihat sekeliling elo. Tujuh dari sepuluh orang yang elo temui akan mengaku sebagai pecinta film. Dan kalau elo mendekat ke mereka, elo hampir bisa mendengar mereka berpikir tentang film."

Penggalan dialog yang mengawali film Janji Joni karya Joko Anwar ini selalu terngiang di kepala saya saat berada di kerumunan orang-orang yang sedang antri tiket di bioskop. Dialog tersebut dinarasikan oleh Joni, tokoh utama dalam film Janji Joni yang berprofesi sebagai pengantar rol film. Dan gara-gara film ini, saya jadi penasaran tentang satu hal: benarkah profesi sebagai pengantar rol film ini eksis? Secara, selama bertahun-tahun saya menyambangi gedung bioskop, belum pernah sekalipun saya melihat dengan mata kepala sendiri seorang pengantar rol film.

Kamis, 30 Juni 2011

Dilema Cuti

Bingung mengambil cuti ;=)
Kalau disuruh milih, lebih enak mana antara masih kuliah dengan sudah bekerja berkaitan dengan kegiatan jalan-jalan, saya akan bilang sangat susah untuk memilihnya. Sebagai seorang yang lahir bukan dari keluarga kaya, kegiatan jalan-jalan sepertinya baru bisa kesampaian dilakukan setelah bekerja dan punya duit sendiri. Tapi, menjadi seorang karyawan juga gak bisa sak enak udele dhewe jalan-jalan tanpa mengindahkan jam kerja. Kalau udah begini, saya kangen sekali dengan masa-masa kuliah di mana waktu luang sangat banyak, tapi dulu itu kok ya terlalu kere untuk jalan-jalan. Alhasil, waktu luang digunakan untuk tidur, nonton tivi, dan sesekali mengajar untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Sekarang, waktu liburan (hanya) terbatas pada akhir pekan, tanggal merah saat perayaan hari besar keagamaan, dan jatah cuti tahunan. Semakin hari rasanya waktu liburan dan jalan-jalan semakin terbatas dan sedikit. Maklum, setelah seharian bekerja selama seminggu penuh, badan sepertinya juga minta jatah untuk istirahat sehingga libur akhir pekan yang sedianya akan dipakai untuk jalan-jalan, terlewat begitu saja untuk tidur dan leyeh-leyeh demi mengembalikan stamina. Duh.